Breaking News:

Corona di Bali

dr. Sudarsa Harap Pasien Kanker di Bali Jadi Prioritas Penerima Vaksin Covid-19 Berikutnya

"Satu sisi pasien kanker sangat rentan terkena Covid-19, sesuai dengan data yang telah disebutkan hal tersebut dikarenakan ia memiliki imunitas yang l

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Noviana Windri
Humas Pemprov Bali
Ketua YKI Bali Ayu Pastika mengunjungi pasien kanker di RSUP Sanglah Denpasar, Bali, Jumat (8/4/2016). 

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Dr Onkologi sekaligus Kepala Instalasi Kanker Terpadu RSUP Sanglah Denpasar, dr. I Wayan Sudarsa memberikan penjelasan terkait vaksinasi Covid-19 pada pasien kanker, Rabu (10 Februari 2021).  

"Satu sisi pasien kanker sangat rentan terkena Covid-19, sesuai dengan data yang telah disebutkan hal tersebut dikarenakan ia memiliki imunitas yang lebih rendah dari pada orang yang bukan kanker. Dan untuk tingkat kematian pada pasien Covid-19 pada pasien kanker sangat tinggi jika dibandingkan dengan orang normal dan angkanya hampir 26 persen," ungkapnya. 

Ia juga menambahkan yang paling banyak terkena Covid-19 adalah pasien yang menderita kanker darah dan kanker paru.

Kanker tersebutlah yang memiliki tingkat kormobid cukup tinggi.

Sehingga dengan data yang seperti ini idelanya pasien kanker harusnya mendapat prioritas untuk vaksin Covid-19. 

"Sampai saat ini belum ada data uji klinis atau studi-studi yang dilakukan antara pemberian vaksin Covid-19 pada pasien-pasien yang menderita kanker. Namun jika belajar pada vaksin influenza yang diberikan pada pasien kanker itu ternyata dapat menurunkan mortalitas pasien-pasien kanker jika terkena flu. Namun tetap pada kemampuan imunitasnya lebih rendah," sambungnya. 

Kemudian untuk pasien kanker yang diberikan kemoterapi dan untuk meningkatkan imunitas yang baik pada pasien kanker itu ternyata memerlukan dosis vaksinasi tambahan.

Sehingga dari data yang seperti ini harusnya pasien kanker dapat menjadi prioritas untuk pemberian vaksinasi. 

"Namun kompleksitas dari vaksinasi Covid-19 pada pasien kanker ini ternyata jauh lebih rumit. Setelah yang kita ketahui kanker pada penyakitnya serta pengobatannya yang berisiko tinggi dapat menimbulkan infeksi," terangnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved