Breaking News:

Jokowi Sebut Tak Perlu Lockdown Satu Kota, Ekonomi Bisa Terancam

Presiden Joko Widodo mempertanyakan fungsi karantina wilayah atau lockdown yang mencakup satu kota.

Editor: Kander Turnip
Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) disuntik vaksin covid-19 kedua kalinya, akui tidak terasa dan sama saja dengan vaksinasi pertama, Rabu (27/1/2021). 

Jokowi Sebut Tak Perlu Lockdown Satu Kota, Ekonomi Bisa Terancam

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo mempertanyakan fungsi karantina wilayah atau lockdown yang mencakup satu kota.

Menurutnya, karantina wilayah secara mikro lewat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) lebih efektif.

Jokowi mewanti-wanti pemerintah daerah untuk tak asal menerapkan lockdown.

Ia meyakini pembatasan bisa dilakukan dalam skala kecil.

"Jangan sampai karena virus hanya satu orang, satu RT, yang di-lockdown seluruh kota. Jangan sampai yang terkena virus misalnya dari kelurahan, yang di-lockdown satu kota. Untuk apa?" kata Jokowi saat membuka Peresmian Pembukaan Munas Apeksi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 11 Februari 2021.

Jokowi meminta para wali kota memahami persebaran Covid-19 di wilayah masing-masing.

Ia berkata setiap kepala daerah harus tahu sebaran kasus hingga tingkat RT dan RW.

Sehingga, kata dia, kebijakan yang dibuat tidak salah sasaran.

Kepada para wali kota dan wakil wali kota se-Indonesia, Jokowi meminta agar tindakan 3T terus dilakukan untuk menekan penyebaran virus corona.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved