Breaking News:

Keberadaan Etnis Tionghoa Kerajaan Bali Kuno Dikaitkan Mitos Pura Dalem Balingkang Kintamani Bangli

Terkait dengan keberadaan etnis Tionghoa pada masa kerajaan Bali Kuno bisa dikaitkan dengan adanya mitos Pura Dalem Balingkang di Kintamani, Bangli

TRIBUN BALI/NYOMAN MAHAYASA
Tari Gambuh Anyar “Kang Cing Wie” oleh SMKN 4 Kabupaten Bangli di Kalangan Angsoka, Taman Budaya, Denpasar, Bali, Selasa (28/6/2016).Masuknya etnis Tionghoa dikaitkan dengan mitos Pura Dalem Balingkang Kintamani Bangli 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hari Raya Imlek identik dengan etnis China atau Tionghoa.

Masuknya etnis China atau Tionghoa ke Bali secara garis besarnya dibagi ke dalam dua periode.

Pertama terjadi pada jaman Bali kuno dan yang kedua saat jaman penjajahan Belanda.

Sejarah Etnis Tionghoa di Kawasan Gajah Mada Denpasar, Datang Saat Masa Penjajahan Belanda

LIPSUS IMLEK: Etnis Tionghoa di Kawasan Gajah Mada Denpasar, Toko Bhineka Djaja Jadi Bukti Sejarah

Satgas Covid-19 Bubarkan Orang Mancing di Pemogan Denpasar, Sejumlah Alat Pancing Disita

Hal tersebut diungkapkan oleh Dosen Universitas Udayana, I Dewa Gede Windhu Sancaya yang pernah meneliti tentang sastra Bali-China yang berjudul Sam Pek Eng Tay (Geguritan Sampik) dalam kesusastraan Bali: suntingan teks dan terjemahan disertai kajian struktur dan resepsi.

Terkait dengan keberadaan etnis Tionghoa pada masa kerajaan Bali Kuno bisa dikaitkan dengan adanya mitos Pura Dalem Balingkang di Kintamani, Bangli, Bali.

“Memang kalau dikaitkan dengan mitos tersebut ada disebutkan Raja Jaya Pangus yang menikah dengan puteri China bernama Kang Cing We,” kata Windu saat dihubungi Rabu 10 Februari 2021 petang.

Ia menambahkan, sejak jaman tersebut ada rentang yang sangat panjang tanpa adanya kemunculan etnis Tionghoa hingga zaman Belanda.

Menurutnya, beberapa sumber menyebutkan, kejadian tersebut terjadi ketika jaman Kerajaan Majapahit.

“Ada pengaruh dari Sam Poo Kong yang terkenal di seluruh Indonesia, dan pernah berlayar ke Bali pada periode Majapahit,” katanya.

Halaman
1234
Penulis: Putu Supartika
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved