Breaking News:

Berita Bali

Sepakat dengan Jokowi, Dewan Bali Dorong Pemprov Anggarkan Pembagian Masker Gratis untuk Masyarakat

Ia mengatakan bahwa pemerintah, khususnya Pemda harus dapat menyediakan masker-masker berstandar WHO kepada masyarakat.

Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Ketua Komisi II DPRD Bali, Ida Gede Komang Kresna Budi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar pemerintah daerah tidak hanya menyuruh masyarakat menggunakan masker saja, dalam rangka penerapan protokol kesehatan, melainkan juga membagikan masker, mendapat dukungan dari DPRD Bali.

Hal ini seperti diungkapkan oleh Ketua Komisi II DPRD Bali, Ida Gde Komang Kresna Budi, Kamis 11 Februari 2021.

Ia mengatakan bahwa pemerintah, khususnya Pemda harus dapat menyediakan masker-masker berstandar WHO kepada masyarakat.

Pasalnya, ia melihat di lapangan banyak masyarakat yang harus terbebani untuk membeli masker setiap hari dan terpaksa menggunakan satu masker untuk 1-2 hari.

Tekan Penyebaran Covid-19, Satlantas Polres Badung Bagi-bagi Masker ke Para Pengguna Jalan

Padahal, itu menurut WHO sangat tidak disarankan dikarenakan masa penggunaan masker sekali pakai adalah 4-8 jam sehari.

“Di satu sisi, biaya masker agak berat ini, bagaimana pemerintah harus menyediakan masker-masker juga. Kalau orang ekonominya nggak dapat gaji, masker diganti dua hari sekali aja udah, seharusnya sehari sekali atau 4-8 jam sekali, kan ini harus dipikirkan pemerintah,” katanya.

Padahal, kunci utama dalam penerapan PPKM sendiri adalah menurut dia penerapan protokol kesehatan yakni penggunaan masker bukan jam malam.

“Ini harus disediakan juga, PPKM kan kunci utamanya protokol kesehatan pemakaian masker, tanpa itu berat juga akan berhasil,” tegasnya.

Sehingga pihaknya sebagai legislatif mendorong pemerintah daerah khususnya Pemprov Bali untuk menganggarkan khusus bagi pembagian masker gratis berstandar WHO ke masyarakat.

“PPKM akan berhasil kalau masyarakat jalankan prokes, sedangkan masyarakat terlalu berat kalau harus beli masker terus, dengan tidak ada penghasilan seperti sekarang, dan sekarang masyarakat pengennya new normal,” ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved