Breaking News:

Menparekraf : Kita Pastikan Bahwa Dana Hibah Pariwisata Ini Tidak Ada Mis Alokasi

Menanggapi delapan orang pejabat Dispar Buleleng yang ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi dana hibah pariwisata.

Zaenal Nur Arifin/Tribun Bali
Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno saat mengunjungi Secret Garden Village di Desa Luwus Tabanan 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, TABANAN - Menanggapi delapan orang pejabat Dispar Buleleng yang ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi dana hibah pariwisata.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan program yang menggunakan dana hibah pariwisata harus dilakukan dengan penuh tata kelola yang baik.

"Saya ingin menyampaikan kepada para pelayan publik, teman-teman saya di sektor pemerintahan maupun seluruh stakeholder. Mari kita junjung tinggi tata kelola yang baik dan kita pastikan bahwa program dana hibah pariwisata ini betul-betul dirasakan oleh saudara-saudara kita yang membutuhkan," ujar Menparekraf Sandiaga Uno, Sabtu 12 Februari 2021 disela meninjau Secret Garden Village.

Untuk pengawasannya program dana hibah pariwisata ini, Sandiaga akan melakukan kolaborasi mengajak KPK, BPK, BPKP.

Baca juga: Fakta-fakta Kasus Mark Up Dana Hibah Pariwisata di Bali, 8 Pejabat Dispar Buleleng Jadi Tersangka

"Semua harus kita pastikan jangan sampai ada miss alokasi maupun potensi dari tindak pidana korupsi," tambahnya.

Disinggung kecewa tidak adanya ASN yang menyelewengkan dana hibah pariwisata?

Menteri Sandiaga Uno mengaku prihatin.

"Kita prihatin, tapi kita harus berjuang terus karena pada akhirnya jutaan masyarakat di Bali ini mengharapkan pemerintah hadir untuk membantu mereka memberikan bantuan seperti salah satunya program dana hibah pariwisata, progam padat karya. Kita minta bahwa para pemangku kepentingan untuk menjunjung tinggi amanah yang diberikan kepada kita semua," jawabnya.

Baca juga: Pemkab Buleleng Tunggu Surat Resmi Penetapan Tersangka 8 Pejabat Dispar

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng akhirnya menetapkan sejumlah tersangka atas kasus dugaan mark-up biaya hotel dalam program Explore Buleleng, pada Kamis 11 Februari 2021.

Halaman
12
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: M. Firdian Sani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved