Breaking News:

Corona di Dunia

Ahli WHO Frustrasi Soal Misteri Asal-usul Covid-19 dan Minta Lebih Banyak Data dari China

Dalam wawancara dengan jurnalis kantor berita AFP, Embarek mengatakan timnya berusaha meminta lebih banyak data dari China.

Editor: DionDBPutra
Hector RETAMAL / AFP
Anggota tim ahli Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyelidiki asal-usul virus corona Covid-19, mengenakan alat pelindung terlihat selama kunjungan mereka ke Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Hewan Hubei di Wuhan, Provinsi Hubei China pada 2 Februari 2021 . 

TRIBUN-BALI.COM, WASHINGTON DC – Peter Ben Embarek yang memimpin tim ahli WHO ke China mengakui ada campuran rasa frustrasi dan ekspetasi berkaitan dengan asal-usul Covid-19 yang belum pasti.

Dalam wawancara dengan jurnalis kantor berita AFP, Embarek mengatakan timnya berusaha meminta lebih banyak data dari China.

Dengan demikian bisa diperoleh duduk perkara lebih jelas soal asal-usul virus yang sudah membunuh lebih dari dua juta orang di seluruh dunia tersebut.

Desakan serupa disampaikan Amerika Serikat pada Sabtu 13 Februari 2021.

Baca juga: Amerika Tak Puas dengan Laporan WHO Soal Asal-usul Covid-19, China Minta AS Juga Diperiksa

Baca juga: Peneliti WHO Sebut Intelijen AS Tak Bisa Diandalkan untuk Selidiki Asal-usul Covid-19

Tim ahli dari WHO sudah mengunjungi sejumlah situs utama di sekitar Lota Wuhan, tempat kasus Covid-19 pertama kali terdeteksi pada akhir tahun 2019.

Namun, sampai menyelesaikan penyelidikan kurang lebih sebulan, ahli WHO belum menemukan titik terang.

Penasihat keamanan nasional AS Jake Sullivan mengatakan negaranya sangat prihatin tentang minimnya temuan awal dari penyelidikan pakar WHO tersebut.

"Ada campuran rasa frustrasi tetapi juga campuran dari ekspektasi yang realistis dalam hal apa yang mungkin dilakukan dalam kerangka waktu tertentu,” kata Peter Ben Embarek.

AFP melaporkan, awalnya para ahli WHO percaya Covid-19 berasal dari kelelawar dan menular ke manusia melalui mamalia lain.

Akan tetapi, sejak virus itu pertama kali ditemukan di Kota Wuhan bulan Desember 2019, masih belum jelas kapan dan di mana penularan sebenarnya dimulai.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved