Breaking News:

Anak Sudah Masuki Pubertas? Begini Cara Edukasinya

Cara mengedukasi seksual pada anak sebaiknya jangan dilakukan secara mendadak.

freepik
Ilustrasi ibu dan anak - Anak Sudah Masuki Pubertas? Begini Cara Edukasinya 

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASARCara mengedukasi seksual pada anak sebaiknya jangan dilakukan secara mendadak.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh dr. Made Oka Negara, M.Biomed selaku dosen FK Udayana yang juga selaku Ketua Asosiasi Seksologi Indonesia Cabang Denpasar pada Tribun Bali, Minggu 14 Februari 2021.

Ia mengatakan, jadi pada orangtua yang gaul atau orangtua generasi sekarang harusnya sudah menjemput serta memberikan informasi seputar seksual yang ada kepada anak-anaknya ketika anak masih pada usia yang kecil namun sudah bisa berkomunikasi.

"Jadikan peran orangtua itu juga bisa sebagai teman bukan hanya tegas dan seram namun juga bisa menjadi seorang sahabat atau kakak bagi anak. Jadi dengan cara seperti itu membuat anak tidak malu untuk berkomunikasi kepada orangtua menanyakan seputaran seksual. Tentu saja hal tersebut perlu ditanamkan agar anak tidak merasa takut dan menanyakan hal tersebut justru pada orang lain," ungkapnya.

Baca juga: Antisipasi Gancet Ketika Sedang Melakukan Hubungan Seksual

Baca juga: Sempat Viral, Begini Pengertian Gancet Ketika Sedang Lakukan Hubungan Seksual

Baca juga: 33,3 Persen Laki-laki Alami Kekerasan Seksual, Ini Berbagai Alasan RUU PKS Harus Segera Disahkan

Artinya di sini orangtua harus membangun bagaimana hubungan persahabatan dengan anaknya, agar nantinya ketika anak remaja tidak canggung untuk menanyakan seputar informasi seksual pada orangtua.

Jadi anak itu diajari sejak kecil dengan cara misalkan ketika mandi bersama bagi anak perempuan dengan ibunya, bagi anak laki-laki dengan ayahnya, disana anak diajari bagaimana cara membersihkan alat kelamin yang baik dan benar.

"Lalu mengedukasi anak dengan cara memberikan pengertian bahwa tidak boleh sembarangan menunjukkan alat kelamin di depan umum atau di depan orang lain. Dan nantinya jika ada orang lain yang menyuruh anak untuk membuka baju ataupun celananya agar tidak mau dan memberitahukan ke orangtuanya. Selalu mengajarkan bagaimana cara buang air kecil yang baik dan benar. serta nantinya akan di berikan pengertian bahwa jika sudah memasuki masa remaja bagi perempuan akan mengalami menstruasi dan bagi laki-laki akan mengalami mimpi basah," sambungnya.

Yakinkan pemikiran anak tentang pubertas itu dengan cara yang tidak panik.

Dengan edukasi yang seperti itu nantinya diharapkan kan ia dapat mengendalikan dorongan seksualnya ketika ia sudah pubertas.

Halaman
12
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved