Breaking News:

Penemuan Mayat di Denpasar

UPDATE:Jadi ‘Bujangan Lokal’ di Bali, Pelaku Pembunuhan Wanita di Panjer Ternyata Punya Anak & Istri

Ia mencoba mencari-mencari teman dekat untuk diajak kencan semalam, namun tak hanya berkencan Wahyu juga berniat untuk melakukan pencurian

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Firizqi Irwan
Dir Reskrimum Polda Bali Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro saat merilis kasus pembunuhan di depan gedung Dit Reskrimum Polda Bali pada Senin 15 Februari 2021. 

Korban diketahui meninggal dunia setelah mendapat beberapa luka tusukkan yang diarahkan pelaku ke bagian lehernya.

Senjata tajam jenis kerambit yang digunakan pelaku, diketahui telah memutus urat nadi besar korban, sehingga korban lemas dan menghembuskan nafas terakhirnya.

Pengungkapan Kasus Berjalan Hampir Sebulan

Seperti diberitakan, pengungkapan kasus pembunuhan di sebuah homestay Jalan Tukad Batanghari, Panjer, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali berlangsung hampir sebulan lamanya.

Ditanya mengenai kendala apa saja yang terjadi setelah kasus pembunuhan ini mencuat pada Sabtu 16 Januari 2021 dan pada Jumat 12 Februari 2021 hingga polisi baru menemukan hasil, Dir Reskrimum Polda Bali Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro pun menjelaskannya kepada awak media yang datang saat pers rilis di Polda Bali pada Senin 15 Februari 2021.

Pengungkapan kasus pembunuhan ini dikatakannya tidak ada kendala, hanya saja ada proses penyelidikan yang mungkin jadi pertimbangan dalam pengungkapannya.

"Selama satu bulan kami tidak ada kendala, hanya namanya proses penyelidikan tentu saja kita ada hal-hal yang mungkin menjadi pertimbangan dalam proses penyelidikan.

Saya rasa waktu satu bulan untuk mengungkap proses pembunuhan," ujar Dir Reskrimum Polda Bali Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro pada Senin 15 Februari 2021.

Lebih lanjut dalam keterangannya saat didampingi Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Syamsi dan Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol I Dewa Putu Gede Anom Danujaya.

Ia menyebut justru harusnya pengungkapan ini bisa menjadi prestasi dan anggota yang terlibat bisa mendapatkan apresiasi atas pengungkapan kasus pembunuhan ini.

Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro menepis jika pengungkapan ini menuai kendala, mengingat kasusnya yang berjalan hampir sebulan lamanya.

"Ini ada prestasi dan apresiasi kepada anggota-anggota di lapangan.

Pagi hingga malam mereka tidak ada henti-hentinya melakukan penyelidikan," tambahnya.(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved