Breaking News:

Berita Jembrana

Sudah 198 Kasus Perceraian Terjadi di Jembrana Bali, Penyebabnya Ada Yang Masih Teringat Masa Muda

“Banyak yang usia pernikahan di bawah sepuluh dan lima tahun,” ucapnya Selasa 16 Februari 2021.

Tribun Bali/Prima
Ilustrasi perceraian 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Sebanyak 198 kasus perceraian terjadi di Jembrana selama tahun 2020 lalu.

Atau selama berlangsungnya pandemi Covid-19.

198 kasus perceraian ini tercatat di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jembrana.

Beberapa faktor yang melatarbelakangi perceraian antara suami dan istri tersebut.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pecatatan Sipil Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra mengatakan, untuk kasus perceraian sendiri hal ini dari catatan di pengadilan negeri atau agama, bahwa sebagian besar perceraian itu terjadi pada usia pernikahan di bawah 10 tahun.

Bahkan, ada juga yang sebagian lagi ialah di usia hanya di bawah lima tahun pernikahan.

Baca juga: 5 Faktor Penyebab Perceraian Terbanyak, Selingkuh hingga Beban Kerja Berlebihan

Baca juga: Tahun 2020, Pengadilan Gianyar Didominasi Perkara Perceraian, Perkara Kriminal Menurun

Baca juga: 5 Fakta Perceraian Aura Kasih dan Eryck Amaral, Saling Unfollow Instagram Hingga Terjebak Lockdown

Sehingga memang diakuinya pada 2020 lalu untuk angka perceraian memang cukup besar.

“Banyak yang usia pernikahan di bawah sepuluh dan lima tahun,” ucapnya Selasa 16 Februari 2021.

Anom menuturkan, bahwa masalah yang terjadi dari usia pernikahan yang relatif muda itu dikarenakan persoalan ekonomi dan pembagian tugas tanggung jawab yang tidak selaras.

Singkat kata, menurut Anom, bahwa pasangan ini masih teringat masa muda.

Halaman
12
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved