Breaking News:

Berita Denpasar

Gedung Baru Bocor dan Retak, DPRD Kota Denpasar Sidak SMPN 14 Denpasar

Belum genap dua bulan gedung SMPN 14 Denpasar dipelaspas, sudah banyak kerusakan yang ditemukan pada gedung

Tribun Bali/Putu Supartika
SIDAK - Anggota Komisi III dan IV DPRD Kota Denpasar melakukan sidak ke SMP Negeri 14 Denpasar, Selasa 16 Februari 2021 - Gedung Baru Bocor dan Retak, DPRD Kota Denpasar Sidak SMPN 14 Denpasar 

Ia mengatakan, pada awal pembangunan, luas lahan yang akan digunakan untuk membangun yakni 4.750 meter persegi.

Namun, setelah penyusunan DED ada SK dari Provinsi Bali yang mengatakan luasan lahan menjadi 5.000 meter persegi.

“Karena itu ada keterlambatan pembangunan selama 3 minggu dan karena DED awal tidak dipakai, IMB juga belum bisa diurus. Saat ini sedang pengurusan IMB,” katanya.

Terkait IMB, dia mengatakan, bangunan ini belum memiliki IMB karena ada perubahan desain.

"IMB-nya memang belum karena ada perubahan desain. Jadi tidak bisa pakai DED. Bahkan ada keterlambatan waktu 3 minggu karena perubahan itu sehingga belum memiliki," katanya.

Dalam sidak tersebut, Eko Supriadi mengaku kecewa karena dalam sidak tersebut Kepala Dinas PUPR Denpasar tak hadir.

PUPR hanya menunjuk perwakilan saja yang datang. Padahal menurutnya yang bisa mengambil keputusan langsung adalah Kadisnya.

"Saya ingin Kadis PUPR yang datang. Jangan dianggap remeh, kami turun sudah sediakan waktu tapi Kadis tidak hadir yang bertanghungjawab. Saya sangat sesalkan kondisi yang seperti ini di eksekutif," kata Eko dengan nada meninggi.

Perwakilan PUPR yang hadir, I Gusti Made Budi Utama yang juga selaku PPTK mengatakan Kepala Dinas PUPR berhalangan hadir.

Ia pun mengatakan, sedianya yang hadir adalah Pejabat Pembuat Komitmen, Agus Sudarmo.

Namun yang bersangkutan sedang sakit.(*).

Penulis: Putu Supartika
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved