Breaking News:

Berita Gianyar

Krisis Ekonomi, Tokoh Keris Bali Komang Sudiarta Himbau Agar Tak Jual Keris Tetamiang

Sebab ketika keris tetamiang dijual, akan berdampak buruk terhadap pemilik keris, baik buruk secara sekala  maupun niskala. 

istimewa
Tokoh keris, I Komang Sudiarta (kanan) bersama pemilik Museum Neka, Pande Wayan Suteja Neka. 

Sudiarta menjelaskan ia kerap diminta pertolongan menangani dampak buruk yang dialami warga akibat menjual keris tetamiang.

Dia menjelaskan, dalam keris tetamiang terdapat roh yang bersemayam dalam keris tersebut dan roh tersebut telah melekat pada rumah itu.

Ketika keris ini diperlakukan baik, maka ia akan memberikan vibrasi positif, begitu juga sebaliknya. 

Ketika keris tersebut dijual, maka roh ini akan kehilangan tempat tinggal.

Dan biasanya, kata dia, roh tersebut akan terus menghantui penjual keris.

Baca juga: Perayaan Tumpek Landep di Pande Keris Urip Wesi Tapa Karya Denpasar, Prosesi Mamitang Keris

Baca juga: UPDATE: Hari Ini 7 Februari Penari Rangda yang Tertusuk Keris Diaben di Kuburan Desa Adat Tuka Bali

Selain menghantui dalam mimpi, penjual juga akan sakit-sakitan dan keluarganya tidak harmonis. 

"Kalau dijual, dampaknya buruk. Karena akan terus dihantui, dan menjadi sakit-sakitan, keluarganya juga tidak harmonis. Solusinya untuk mengatasi hal ini harus ada keris pengganti. Tapi saya menegaskan, lebih baik jangan menjualnya. Karena itu adalah pelindung kita secara niskala," ujarnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved