Breaking News:

Berita Bangli

Made Gianyar Serahkan Memori Jabatan Bupati dan Wakil Bupati Bangli Kepada Plh

engakhiri masa jabatannya selama 10 tahun, Bupati Bangli, I Made Gianyar melaksanakan serah terima jabatan sekaligus serah terima memori jabatan

istimewa
Bupati Bangli I Made Gianyar ketika menyerahkan memori jabatan kepada Sekda Bangli, Ida Bagus Gde Giri Putra selaku Pelaksana tugas harian (plh) Bupati Bangli. Rabu (17/2) 

TRIBUN.BALI-COM, BANGLI – Mengakhiri masa jabatannya selama 10 tahun, Bupati Bangli, I Made Gianyar melaksanakan serah terima jabatan sekaligus serah terima memori jabatan Bupati dan Wakil Bupati periode 2016-2021, Rabu (17 Februari 2021).

Selanjutnya kursi kepemimpinan di Bangli untuk sementara akan diteruskan oleh Sekda Bangli, selaku Pelaksana tugas harian (plh) Bupati, sembari menunggu pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Bangli terpilih.

Pada masa transisi ini, Made Gianyar yang juga selaku masyarakat Bangli berharap agar pelantikan bupati cepat dilaksanakan. Sehingga masyarakat Bangli segera memiliki bupati definitive.

“Karena Plh itu sesuai dengan SK pak Gubernur, punya keterbatasan-keterbatasan kewenangan,” ujar Gianyar.

Pada kesempatan itu pihaknya juga memohon maaf atas kekurangan dirinya selama 10 tahun menjabat sebagai Bupati Bangli.

Baca juga: Jejak Karir I Made Toya, Dari Asisten I, Pj Sekda Hingga Kini Jabat Plh. Walikota Denpasar

Baca juga: Sekda I Nengah Ledang Jabat PJ Bupati Jembrana Bali

Baca juga: BREAKING NEWS - Pj. Sekda Made Toya Ditunjuk Jadi PLH Walikota Denpasar

Sehingga belum bisa mengakomodir seluruh aspirasi masyarakat yang masuk kepada dirinya.

Hal ini tidak terlepas pula lantaran bupati memiliki keterbatasan.

Baik secara kewenangan, anggaran, maupun waktu.

“Kurang kewenanganan karena bupati itu kewenangannya berdasarkan undang-undang otonomi daerah. Yang tentunya tidak memiliki kewenangan mutlak penuh. Seperti masyarakat Desa Subaya, Kintamani yang ingin ada jembatan ke Buleleng, karena bukan kewenangan kabupaten sehingga tidak bisa diselesaikan,” ungkapnya.

Kendati demikian, Gianyar memiliki keyakinan jika seluruh persoalan yang belum terselesaikan selama 10 tahun menjabat, akan diselesaikan oleh Bupati Bangli periode 2021-2026.

Pihaknya juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan agar Bangli kedepan lebih baik dari Bangli sekarang dan sebelumnya.

Ia juga mengatakan demokrasi memang ada pembatasan saat pilihan.

Tetapi pada saat keputusan demokrasi diambil, dan sudah terpilih bupati, tidak ada lagi perbedaan pilihan dan dukungan.

“Mari bersama-sama kita berikan dukungan sepenuhnya kepada Bupati terpilih. Dengan kerja kita bersama, dengan semangat masyarakat Bangli, tentunya kedepan kesejahteraan akan meningkat, tata kelola pemerintahan juga akan menjadi lebih baik. Demikian pula pada seluruh ASN, saya mohon maaf sebesar-besarnya kalau ada hal yang kurang bisa saya layani selama 10 tahun. Saya ucapkan selamat bekerja, tingkatkanlah kemampuan profesionalisme, kompetensi, dan harus bisa bekerja lebih baik demi diri kita, demi daerah kita, dan demi NKRI,” tandasnya.

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved