Breaking News:

Berita Bali

Penduduk Miskin di Bali Meningkat Akibat Covid-19, Daerah Perkotaan 125,48 Ribu Pedesaan 71,44 Ribu

"Pada periode yang sama, jumlah penduduk miskin di Bali juga mengalami peningkatan sebanyak 31,73 ribu jiwa"

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/ Net
Ilustrasi Kemiskinan 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bali menjadi salah satu daerah yang terdampak pandemi COVID-19. Pandemi Covid-19 ini nampaknya berimbas pada naiknya penduduk miskin di Bali.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Hanif Yahya mengatakan angka penduduk miskin di Bali pada September 2020 yang tercatat sebesar 4,45 persen. Angka ini naik sebesar 0,67 persen dari kondisi Maret 2020.

"Pada periode yang sama, jumlah penduduk miskin di Bali juga mengalami peningkatan sebanyak 31,73 ribu jiwa, dari 165,19 ribu jiwa pada Maret 2020 menjadi 196,92 pada September 2020," kata Hanif dalam keterangan tertulisnya yang diterima Tribun Bali, Rabu (17/2/2021).

Menurutnya, jika berdasarkan daerah tempat tinggal, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan tercatat mengalami peningkatan sekitar 25,10 ribu orang.

Dari 100,38 ribu orang pada Maret 2020 menjadi 125,48 ribu orang pada September 2020.

Baca juga: Jumlah Penduduk Miskin di Bali Bertambah 31,73 Ribu Orang dalam 6 Bulan, Covid-19 Faktor Pertama

Baca juga: Persentase Penduduk Miskin di Bali September 2020 Tercatat Sebesar 4,45 Persen

Baca juga: UPDATE Terkini: Penduduk Miskin di Indonesia Bertambah 2,76 Juta Orang Akibat Pandemi Covid-19

Sementara jumlah penduduk miskin di daerah perdesaan juga tercatat penduduk miskin di daerah perdesaan mengalami kenaikan sebanyak 6,62 ribu jiwa.

Dari 64,82 ribu jiwa pada Maret 2020 menjadi 71,44 ribu jiwa pada September 2020.

"Jika dilihat dari persentase penduduk miskin, tercatat persentase penduduk miskin kondisi September 2020 sebesar 4,04 persen, naik 0,71 persen poin jika dibandingkan dengan kondisi Maret 2020 yang tercatat sebesar 3,33 persen. Persentase penduduk miskin di daerah perdesaan mengalami kenaikan sebanyak 0,62 persen poin, dari 4,78 persen pada Maret 2020 menjadi 5,40 persen pada September 2020," terangnya

Secara umum, pada periode September 2013 sampai September 2020 tingkat kemiskinan di Bali berfluktuasi, baik dari sisi jumlah maupun persentase.

Kenaikan yang cukup tinggi sempat terjadi pada September 2015 yang dipicu oleh kenaikan bahan bakar minyak.

Setelah periode September 2015, kemiskinan di Bali berangsur-angsur turun, namun mulai naik lagi pada periode Maret 2020 dan September 2020.

"Disinyalir kenaikan ini dipengaruhi kondisipandemi Covid-19 yang berimplikasi pada terpuruknya perekonomian Bali. Perkembangan kemiskinan di Bali dari September 2013 sampai September 2020," jelas Hanif. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved