Breaking News:

Ada Orang Tua Siswa Sampai Menangis ke Sekolah Karena Tidak Miliki HP Untuk Belajar Daring

Dinas Pendidikan Klungkung melakukan verifikasi prokes sekolah di SD 1 Dawan Kelod, dan SD 1 Dawan Kaler, Kamis 18 Februari 2021.

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: M. Firdian Sani
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Kadis Pendidikan Klungkung, I Ketut Sujana. 

Namun sebagian besar orang tua siswa memang mendorong dimulainya pembelajaran tatap muka. 

"Memang banyak siswa yang mengeluh karena tidak punya kuota untuk belajar daring. Sehingga kami berikan kebijakan yang tidak terlalu ketat. Kami berikan tugas itu dikirimnya jika telah ada kuota, karena kami menyadari tidak semua orang tua mampu," ungkap Hartawan. 

Baca juga: Puluhan Sekolah di Klungkung Bali Tanpa Kepala Sekolah Definitif

Rekapitulasi telah dilakukan terhadap sekitar 35.620 siswa dari jenjang SD sampai SMA/SMK di Klungkung.

Hasilnya, 31.956 atau sekitar 89,74 persen orang tua siswa mengizinkan anaknya untuk pembelajaran tatap muka, walau masih dalam suasana pandemi.

Sementara 2.709 siswa atau sekitar 7,61 persen orang tua siswa belum mengizinkan anaknya untuk pembelajaran tatap muka. Sementara sisanya 945 orang tua siswa atau 2,65 persen masih ragu-ragu. 

"Kami tetap tidak boleh memaksakan. Jika tidak diizinkan untuk pembelajaran tatap muk, siswa kami tetap layani dengan pembelajaran secara daring," ungkap Kepala Dinas Pendidikan Klungkung, I Ketut Sujana. 

Menurutnya orang tua siswa yang belum mengizinkan anaknya untuk pembelajaran tatap muka, sebagian besar dari kalangan tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, bidan dan sebagainya yang mengetahui lebih banyak prihal kondisi saat ini.

Mereka masih khawatir, karena situasi pandemi yang masih terus terjadi.

Meskipun demikian pihaknya masih belum dapat memastikan kapan pembelajaran tatap mula di Klungkung akan kembali dilaksanakan. 

"Data ini juga menjadi pertimbangan bupati, yang dalam hal ini Ketua Satgas Covid-19 Klungkung untuk menentukan kapan pembelajaran tatap muka akan kembali dilaksanakan di Klungkung. Kewenangannya itu ada pada bupati," ujar Ketut Sujana. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved