Breaking News:

Dua Instansi Belum Kembalikan Kucuran Dana Hibah

Hingga saat ini dua instansi yang menerima kucuran dana hibah pariwisata belum melakukan pengembalian uang ke Kejari Buleleng.

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kasi Intel Kejari Buleleng, AA Jayalantara 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Hingga saat ini dua instansi yang menerima kucuran dana hibah pariwisata belum melakukan pengembalian uang ke Kejari Buleleng.

Pihak Kejaksaan pun masih menunggu itikad baik dua instansi tersebut, sebelum berkas perkara dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum. 

Humas sekaligus Kasi Intel Kejari Buleleng, AA Jayalantara dikonfirmasi Jumat 19 Februari mengatakan, sejauh ini baru tiga staf di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Buleleng yang telah mengembalikan uang 'lelah' sebesar Rp 2 juta.

Sementara untuk dua instansi lainnya, hingga saat ini belum mengembalikan uang dengan kisaran Rp 1 hingga Rp 3 juta yang diberikan oleh salah satu tersangka. 

Baca juga: Kembalikan Uang Cipratan Mark-up, Staf DPMPTSP Datangi Kejari Buleleng Terkait Dana Hibah Pariwisata

Seperti diketahui, salah satu tersangka mengaku sempat memberikan uang 'lelah' yang bersumber dari dana hibah pariwisata kepada tiga instansi yang ada di lingkup Pemkab Buleleng.

Tersangka memberikan uang 'lelah' tersebut karena tiga instansi ini ikut membantu Dispar Buleleng melakukan verifikasi hotel dan restoran untuk menerima dana hibah akibat terdampak pandemi Covid-19.

Atas pengakuan tersebut, Kejari Buleleng pun meminta itikad baik tiga instansi ini untuk segera mengembalikan uang 'lelah' tersebut, karena dinilai bukan menjadi hak milik mereka. 

Selain itu, pada Jumat 19 Februari 2021 Jayalantara menyebut, pihaknya juga menerima pengembalian uang hasil mark-up para tersangka, dari salah satu sales voucher internet senilai Rp 9.7 juta.

Baca juga: Pidsus Kejari Buleleng Periksa Sembilan Saksi Buntut Dugaan Mark-up Dana Explore Buleleng

Dengan adanya pengembalian uang ini, total barang bukti yang sudah berhasil disita mencapai Rp 520.760.900. 

"Modusnya sama, di mark-up oleh para tersangka. Voucher internet ini dibagikan untuk peserta yang ikut Explore Buleleng. Harga voucher Rp 100 ribu. Tapi di SPJ, dibuat oleh para tersangka jadi Rp 150 ribu. Uang yang lebih ini belum sempat diambil oleh para tersangka ke sales tersebut, karena kasus keburu mencuat. Sehingga sales itu mengembalikan ke kami," terangnya. 

Halaman
12
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: M. Firdian Sani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved