Breaking News:

Berita Bangli

Butuh Anggaran Puluhan Miliar Untuk Perbaikan Kerusakan Akibat Bencana di Bangli Bali

Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pemukiman (PUPR Perkim) Bangli telah melakukan kajian terhadap dampak kerusakan akibat bencana alam

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Putus - Ruas jalan di Banjar Tegallalang, Kelurahan Kawan, Bangli menuju Banjar Tambahan, Desa Jehem, Tembuku yang putus akibat banjir bandang pada Januari 2021 lalu. - Butuh Anggaran Puluhan Miliar Untuk Perbaikan Kerusakan Akibat Bencana di Bangli Bali 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pemukiman (PUPR Perkim) Bangli telah melakukan kajian terhadap dampak kerusakan akibat bencana alam di Bangli, Bali, beberapa pekan terakhir.

Anggaran perbaikan untuk seluruh kerusakan diketahui mencapai puluhan miliar rupiah.

Berdasarkan data yang dihimpun, dampak bencana meliputi kerusakan dinding penahan tanah (DPT) hingga ruas jalan.

Seluruhnya tersebar di empat Kecamatan, dengan total kebutuhan anggaran mencapai Rp 31,5 miliar.

Baca juga: Kerusakan Lahan Akibat Bencana di Bangli Mencapai Belasan Hektare dan Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Baca juga: Dalam Sebulan Terakhir Bangli Dilanda 24 Kejadian Bencana, Timbulkan Kerusakan hingga Korban

Baca juga: Bencana Alam dan Pandemi Belum Berakhir, Lanud I Gusti Ngurah Rai Bali Ikuti Doa Bersama

Kepala Dinas PUPR Perkim Bangli, I Wayan Suastika memaparkan, kebutuhan anggaran untuk perbaikan DPT seluruhnya mencapai Rp 14 miliar.

Sementara kerusakan jalan mencapai Rp 17,5 miliar.

Pihaknya mengatakan, dari data tersebut sejatinya ada beberapa kerusakan yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Namun karena belum tertangani, kerusakan akhirnya berdampak semakin parah.

“Seperti di jalur Serokadan – Bangun Lemah, Kecamatan Susut. Itu kerusakan jalan di tahun 2019, namun volumenya semakin parah akibat bencana pada tahun 2021. Begitupun di jalur Desa Abuan, Kecamatan Susut, kerusakan diketahui sejak tahun 2019, dan kian parah akibat bencana di tahun 2020,” ujarnya, Jumat 19 Februari 2021.

Kendati telah selesai pendataan, menurut Suastika pihaknya harus tetap siaga sebab volume kerusakan jalan bisa bertambah kapanpun.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved