Breaking News:

Berita Bali

Di Balik Kerja Sama dengan Dior, Kain Endek Bali Kini Alami Degradasi dan Kekurangan Bahan

Rumah Mode asal Kota Paris, Perancis Christian Dior Couture, SA resmi bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Ilustrasi kain endek - Di Balik Kerja Sama dengan Dior, Kain Endek Bali Kini Alami Degradasi dan Kekurangan Bahan 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Rumah Mode asal Kota Paris, Perancis Christian Dior Couture, SA resmi bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali berkaitan dengan kain tenun endek.

Kerjasama ini ditandatangani oleh Gubernur Bali Wayan Koster bersama Senior Vice President General Counsel Christian Dior, Marie Champey secara virtual dari Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar dan Paris, Perancis, Kamis 11 Februari 2021 pukul 21.30 Wita atau 14.30 waktu bagian Paris.

Di balik keberhasilan kain tenun endek Bali yang diminati sampai ke Eropa, seiring dengan perkembangan zaman keberadaan kain endek mengalami degradasi dan menghadapi berbagai permasalahan.

Permasalahan yang dimaksud, seperti sulitnya bahan baku benang, pemasaran produk hingga hadirnya produksi massal yang dikerjakan dengan mesin yang banyak beredar di pasaran dengan motif yang mirip dan harga yang lebih murah.

Baca juga: Di Balik Kerja Sama dengan Dior, Kain Tenun Endek Bali Alami Degradasi dan Sejumlah Permasalahan

Baca juga: Perajin Endek di Gianyar Berharap Desainer Fashion Libatkan Perajin Endek

Baca juga: Tak Ada Kewajiban Warga Bali Pakai Endek Setiap Selasa, SE Gubernur Itu Untuk Lembaga dan Instansi

Padahal kain tenun endek Bali merupakan salah satu warisan luhur nenek moyang yang memiliki ciri khas, baik dari segi motif, warna serta kualitas.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ni Luh Putri Suastini menilai, kondisi ini tidak bisa dibiarkan begitu saja.

Ke depan perlu dukungan dari berbagai pemangku kepentingan.

"Hal ini tidak bisa dibiarkan terus berlarut-larut. Harus ada upaya, baik itu dari pemerintah, stakeholder terkait dan juga masyarakat untuk menjaga kelestarian kain yang kini mulai dilirik industri fashion dunia," kata Putri Suastini dalam siaran persnya yang diterima Tribun Bali, Jumat 19 Februari 2021.

Menurut Pemprov Bali sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali memberi perhatian penuh dalam upaya pelestarian serta pengembangan dari Kain Tenun Endek.

Upaya pelestarian kain tenun endek Bali saat ini telah mengantongi sertifikat kekayaan intelektual komunal ekspresi budaya tradisional dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) RI.

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved