Breaking News:

Berita Bali

Sektor Pariwisata dan Otomotif Dapat Stimulus Saat Pandemi, Prof Windia: Mana Stimulus untuk Petani?

Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Udayana (Unud) Prof Wayan Windia mempertanyakan program stimulus yang diberikan kepada petani

Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Udayana (Unud) Prof Wayan Windia 

Laporan Jurnalis Tribun Bali I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Beberapa bulan lalu, pelaku pariwisata mendapatkan stimulus melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Kebijakan itu bahkan menimbulkan dugaan penyimpangan bantuan dana hibah pariwisata di Kabupaten Buleleng.

Kemudian menjelang akhir bulan ini, ada kebijakan stimulus bagi sektor sekunder/industri otomotif, yakni dalam bentuk pembebasan Pajak Pertambahan-nilai Barang Mewah (PPnBM).

Bebas pajak PPnBM ini diperuntukkan bagi pembelian mobil di bawah 1.500 CC yang dimulai pada pembelian bulan Maret mendatang.

Baca juga: Inilah Program Sandiaga Pulihkan Pariwisata Bali, dari Stimulus Rp 9,9 T Hingga Padat Karya Rp 186 M

Di tengah adanya stimulus bagi sektor sekunder dan tersier, Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Udayana (Unud) Prof Wayan Windia mempertanyakan program stimulus yang diberikan kepada petani di masa pandemi Covid-19.

 Terlebih kini sektor pariwisata sedang memperjuangkan pinjaman yang sangat lunak.

"Lalu pertanyaannya, mana stimulus untuk sektor primer (petani)?" kata Windia dalam keterangan tertulisnya yang diterima Tribun Bali, Minggu 21 Februari 2021 sore.

Windia menuturkan, seorang tokoh pariwisata mengatakan bahwa perjuangan stimulus di sektor ekonomi harus diurus oleh komunitas di sektor tersebut.

Komunitas yang mengusulkan harus mempunyai kemampuan lobi yang bagus.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved