Breaking News:

Serba Serbi

Catat! Selasa Kliwon Kulantir Adalah Pemujaan Bhatara Mahadewa

Sesajennya terdiri atas segala sarana berwarna kuning, seperti segehan kuning sepangkon, daging ayam putih kuning betutu, sedah woh 22, sedah apon sep

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Rizal Fanany
Umat Hindu melaksanakan persembahyangan Hari Raya Saraswati di masa Pandemi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan di Pura Agung Jagatnatha, Denpasar, Sabtu 30 Januari 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Bali Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pada Wuku Kulantir, yakni tepatnya Selasa Kliwon Kulantir adalah hari suci pemujaan Bhatara Mahadewa.

Sesajennya terdiri atas segala sarana berwarna kuning, seperti segehan kuning sepangkon, daging ayam putih kuning betutu, sedah woh 22, sedah apon seperlunya dipersembahkan di sanggah. 

Hal ini dijelaskan dalam Alih Aksara, Alih Bahasa dan Kajian Lontar Sundarigama oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.

Koordinator tim, I Nyoman Suarka, menjelaskan Anggara Kasih Kulantir yang jatuh pada Selasa Kliwon memang hari suci. 

"Sebab dipercayai Bhatara Mahadewa sedang melakukan yoga semadi. Umat Hindu Bali disarankan melakukan persembahyangan dan membuat sesajen persembahan serba kuning," jelas guru besar Unud ini. 

Lanjutnya, menurut lontar Sundarigama koleksi Geria Gede Banjarangkan, Klungkung.

Makna perayaan hari suci Anggara Kasih Kulantir adalah menciptakan ketahanan diri sesuai dengan makna kata Kulantir.

Umat Hindu berharap, dapat mempertahankan diri dari berbagai cobaan, tantangan, rintangan, bencana dan lainnya berdasarkan rasa cinta kasih.

Sehingga hidupnya tidak terombang ambing atau kulantar-kulantir. 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved