Breaking News:

Berita Tabanan

Disbud Tabanan Tunggu Rekomendasi Proses Latihan Persiapan PKB Dari Gubernur Bali

pelaksanaannya di lapangan masih menemui sejumlah kendala. Seperti salah satunya adalah para seniman masih belum berkenan untuk berproses atau berlat

Tribun Bali / AA Gde Putu Wahyura
Sejumlah seniman menarikan Palegongan Klasik Saba oleh Sanggar Seni Saba Sari Puri Taman, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, dalam ajang Pesta Kesenian Bali XXXIX, Kamis (29/6/2017). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Dinas Kebudayaan Tabanan telah memperoleh informasi untuk pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) disepakati digelar secara virtual maupun luring.

Hanya saja, untuk pelaksanannya tersebut, para seniman butuh proses mulai dari persiapan hingga latihan.

Terlebih lagi, Tabanan sudah bersiap untuk melaksanalan 20 materi PKB 

Namun disisi lain, Pemprov Bali masih belum memberikan rekomendasi untuk pelaksanaannya di lapangan karena ditakutkan para seniman akan memperoleh kritikan "pedas" oleh masyarakat di tengah Pemerintah Provinsi Bali sedang membatasi kegiatan di masyarakat.

"Untuk pelaksanannya sudah disepakati bahwa pelaksanannya (PKB) secara daring maupun luring nantinya. Itu sekitar bulan Juni dan Juli," kata Kepala Bidang Kesenian, Dinas Kebudayaan Tabanan, I Wayan Muder saat dihubungi, Senin 22 Februari 2021. 

Baca juga: Disbud Tabanan Siapkan Anggaran Rp 1 Miliar Untuk PKB Meskipun Belum Ada Kepastian Pelaksanaan

Baca juga: Sulit Lakukan Persiapan PKB Saat Pandemi, Disbudpora Klungkung Bali Tunggu Rekomendasi Provinsi Bali

Baca juga: Putuskan Tetap Partisipasi Saat PKB 2021, Duta Klungkung Justru Tidak Bisa Latihan Karena Pandemi

Namun, ungkap Muder, dalam pelaksanaannya di lapangan masih menemui sejumlah kendala.

Seperti salah satunya adalah para seniman masih belum berkenan untuk berproses atau berlatih.

Sebab, hingga saat ini masih belum ada surat rekomendasi bahwa para seniman bisa berlatih secara tatap muka karena pemerintah provinsi bali sedang gencar.

Sehingga ditakutkan ketika menggelar proses atau latihan, para seniman justru mendapat "kritikan pedas" dari masyarakat. 

"Sampai saat ini kami masih tetap menunggu rekomendasi dari pemerintah provinsi terkait pelaksanannya di lapangan. Karena kami tak mau terjadi benturan di masyarakat di tengah pandemi ini. Satu sisi pemerintah membatasi kegiatan masyarakat, di satu sisi kami melakukan proses (latihan) untuk persiapan PKB," ungkapnya. 

Halaman
123
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved