Breaking News:

Berita Tabanan

DLH Tabanan Bali Ajak Masyarakat Buat 2 Lubang Biopori Setiap KK, Antisipasi Banjir Saat Musim Hujan

DLH) Tabanan mengajak seluruh masyarakat untuk menciptakan minimal 2 buah resapan air dengan tekologi biopori di rumah masing-masing atau setiak KK.

DLH Tabanan
Seorang warga saat membongkar sebuah lubang bioporinya yang sudah terisi sampah organik di Tabanan, Minggu 21 Februari 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa tahun menyebabkan sejumlah bencana yang salah satunya adalah genangan air dan banjir terutama di wilayaah perkotaan.

Untuk mengantisipasinya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan mengajak seluruh masyarakat untuk menciptakan minimal 2 buah resapan air dengan tekologi biopori di rumah masing-masing atau setiak KK.

Namun, faktanya di lapangan adalah masih banyak yang belum menerapkannya sehingga ketika hujan lebat dalam beberapa jam tak dapat dipungkiri genangan air maupun banjir bisa saja terjadi. 

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tabanan, I Made Subagia, biopori merupakan salah satu kegiatan yang masuk program kampung iklim (proklim) yang sangat bermanfaat diterapkan.

Karena kita ketahui, di zaman sekarang terutama di wilayah perkotaan khususnya di perumahan sebagian besar sudah dilapisi beton sehingga tak ada resapan air yang terjadi.

Dia melanjutkan, meskipun sudau dibeton sedemikian rupa masyarakat sebenarnya masih bisa menciptakan resapan air dengan biopori tersebut.

Misalnya di bagian belakang atau halaman depan rumahnya.

Sehingga, ketika musim hujan terjadi dan sudah memiliki biopori akan ada resapan air langsung ke tanah. Kemudian juga akan bermanfaat bagi kesuburan tanah di sekitarnya. 

"Jadi dengan biopori ini nantinya akan ada resapan langsung ke tanah, dan tidak langsung menuju ke badan air di wilayahnya. Nah ketika tak ada biopori atau resapan air ini biasanya yang menimbulkan genangan air atau banjir karenaa badan air tak bisa menampung secara maksimal," jelas Subagia saat dikonfirmasi Senin 22 Februari 2021. 

Mantan Kadis Perikanan Tabanan ini melanjutkan, selain memberikan manfaat untuk resapan air, biopori juga bisa dimaanfaatkan untuk menyimpan sampah organik.

Halaman
123
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved