Breaking News:

Berita Gianyar

Terpilih Sebagai Ketua, Made Ratnadi Ingin Cipta PMI Gianyar Bali Mandiri dan Miliki Rumah Sakit

Ni Made Ratnadi, memiliki rencana besar setelah dilantik sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Gianyar, Jumat 19 Februari 2021 lalu.

Tribun Bali/Wayan Eri Gunarta
Ketua PMI Gianyar, Ni Made Ratnadi 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Ni Made Ratnadi, memiliki rencana besar setelah dilantik sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Gianyar, Jumat 19 Februari 2021 lalu.

Dimana, srikandi PDIP asal Blahbatuh yang kini menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPRD Gianyar ini, tidak ingin PMI Gianyar terus-terusan membebani keuangan Pemerintah Daerah (Pemda) Gianyar.

Karena itu, iapun akan menciptakan PMI Gianyar yang mandiri.

Dimana sumber pendapatannya akan dirancang selain dari penjualan darah, tetapi juga dengan dana donatur, baik donatur di sektor perhotelan dan sebagainya.

Namun tetap dalam koridor hukum yang berlaku. 

Baca juga: Srikandi PDIP,  Ratnadi Jabat Ketua PMI Gianyar

Baca juga: Pengurus Lama Dibekukan Karena Dugaan Penyalahgunaan Anggaran, PMI Gianyar Gelar Muskab

Baca juga: Meski Tengah Berkasus, Pelayanan PMI Gianyar Tak Terganggu

"Kita akan ciptakan PMI yang mandiri. Tentu ini membutuhkan proses waktu yang amat panjang. Mencari donatur, banyak ada hotel, kita akan memasang kotak amal di sana, bekerjasama dengan dinas pariwisata. Tapi tetap dengan regulasi. Masih dikaji. Pokoknya kita berjalan sesuai rel," ujar Ratnadi, Senin 22 Februari 2021.

Ratnadi mengungkapkan, anggaran Pemda Gianyar ke PMI Gianyar selama ini relatif besar. Mulai dari Rp 800 juta, dan pada 2020 lalu sebesar Rp 1,2 miliar.

"PMI mandiri ini bertujuan mengurangi beban APBD. Kalau kita bisa mandiri kita bisa mengelola anggaran itu dengan baik, dan anggaran pemda juga bisa dialihkan untuk kebutuhan lainnya," ujarnya.

Kader PDIP peraih suara terbanyak ini juga memiliki mimpi besar jika dapat mewujudkan PMI mandiri.

Yakni ingin memiliki klinik sendiri dan rumah sakit sendiri. Dengan demikian, PMI Gianyar yang selama ini menjadi 'beban' anggaran, dapat menyumbangkan Pendapat Asli Daerah (PAD).

"Saya melihat potensi itu ada. Sebab kesadaran penduduk kita tentang donor darah itu sudah sangat baik sekali.  Kita tidak pernah kewalahan darah. Sebab masyarakat bahkan berbondong-bondong mendonorkan darahnya," ungkapnya.

Dalam mewujudkan mimpinya tersebut, Ratnadi pun merombak orang-orang yang menduduki struktur organisasi PMI Gianyar.

Dimana orang yang dipilih ini adalah yang memiliki semangat sama dengannya.

"Kita telah isi semua struktur organisasi di PMI, tapi tidak semuanya orang baru. Orang lama masih ada, tapi mereka yang memiliki semangat yang sama," tandasnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved