Breaking News:

Berita Klungkung

Diterjang Hujan dan Angin Kencang, Bangunan Pura di Desa Takmung Klungkung Bali Rata Dengan Tanah

Selasa malam (22 Februari 2021), menyebabkan bangunan Bale Pesandekan di Pura Dugul, Desa Takmung,  Banjarangkan, Klungkung roboh hingga rata dengan t

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Warga sedang membersihksn puing bangunan di Pura Subak Bedugul Desa Takmung,yang roboh dan rata dengan tanah akibat diterjang angin kencang, Selasa malam (23/2). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Hujan deras disertai angin kencang, Senin malam (22 Februari 2021), menyebabkan bangunan Bale Pesandekan di Pura Dugul, Desa Takmung,  Banjarangkan, Klungkung roboh hingga rata dengan tanah. Kerugian pun ditafsir lebih dari Rp150 juta. 

Seorang warga sekitar, Kadek Sugiarta mengungkapkan, Pura Dugul tersebut diempon oleh sekitar 120 KK dari Desa Adat Takmung, dan Desa Adat Losan. 

"Kalau dilihat kerusakannya, kerugian lebih dari Rp150 juta," ujar Kadek Sugiarta yang berasal dari Dusun Losan Desa Takmung. 

Menurutnya, bangunan pura itu roboh saat terjadi hujan disertai angin kencang, Senin (22 Februari 2021) malam.

Saat itu kebetulan keadaan pura sedang sepi. 

Bangunan pura yang mengalami kerusakan paling parah yakni Bale Pedandekan, yang dampak rata dengan tanah.

Lalu bangunan piasan juga sampai miring, akibat ditimpa puing bangunan Bale Pesandekan. 

Baca juga: Klungkung Masih Diguyur Hujan Disertai Angin Kencang, Masyarakat Diminta Tetap Waspada Bencana

Baca juga: Dilanda Hujan Angin, Pagar Rumah hingga Dapur Warga di Jembrana Bali Alami Kerusakan

Baca juga: Hujan Deras Beberapa Jam, Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk Terendam Banjir

Warga Diminta Waspada Bencana

Hujan deras disertai angin kencang mengguyur Kota Semarapura, Klungkung dan sekitarnya, Senin (22/2) sekitar pukul 13.53 Wita.

Masyarakat pun diminta waspada, terkait bencana alam yang berpotensi terjadi saat cuaca buruk seperti saat ini. 

Kalak BPBD Klungkung I Putu Widiada menjelaskan, hujan deras disertai dengan angin kencang masih akan terjadi dalam beberapa pekan kedepan.

Khususnya di Klungkung, bencana pohon tumbang yang paling sering terjadi dalam situasi hujan deras dan angin kencang seperti saat ini. 

" Saya himbau masyarakat untuk tetap waspada dengan cuaca hujan deras dan tanah longsor seperti saat ini. Terutama warga yang tinggal di daerah  rawan longsor dan pohon tumbang," ungkap Putu Widiada. 

Ia pun menghinbau masyarakat untuk segera melapor ke BPBD Klungkung, jika ada pepohonan yang sudah lapuk maupun rawan tumbang. 

" Di Klungkung pohon tumbang masih mendominasi bencana saat hujan dan pohon tumbang. Jika ada pohon rawan tumbang, kami harap masyarakat menginformasikannya. Sehingga kami bisa mitigasi, dan menghindari terjadinya bencana," jelasnya. 

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved