Breaking News:

Berita Denpasar

Kemensos Hentikan Santunan Ahli Waris yang Meninggal Akibat Covid-19, Ini Tanggapan Kadisos Denpasar

Kemensos menghentikan santunan sebesar Rp 15 juta bagi ahli waris korban meninggal dunia akibat Covid-19.

Istimewa
ILUSTRASI - Prosesi pemakaman jenazah sesuai protokol kesehatan, Jumat 22 Januari 2021 di Desa Pengambengan. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kementerian Sosial (Kemensos) menghentikan santunan sebesar Rp 15 juta bagi ahli waris korban meninggal dunia akibat Covid-19.

Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 150/3.2/BS.01.02/02/2021 tentang Rekomendasi dan Usulan Santunan Ahli Waris Korban Meninggal Akibat Covid-19.

Terkait hal tersebut, dikonfirmasi Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar, I Made Merta Jaya mengatakan bahwa hal tersebut merupakan kebijakan dari pusat.

“Itu merupakan ranah atau kebijakan dari pusat,” kata Mertajaya, Senin 23 Februari 2021.

Selain itu, pihaknya juga mengaku belum sempat mengusulkan dana santunan ini ke pusat.

Baca juga: Keluarga Dapat Santunan Rp 15 Juta, Dinas Sosial Bali Kumpulkan Data Ahli Waris Pasien Covid-19

Baca juga: Dinsos Bali Kumpulkan Data Ahli Waris Pasien Covid-19 Yang Meninggal Untuk Dapatkan Santunan

Baca juga: Ahli Waris Pasien Covid-19 Meninggal Dapat Santunan Rp 15 Juta, Pemprov Bali Tunggu Juknis

Pasalnya hal tersebut belum ada kepastian, dikarenakan belum ada petunjuk teknis dari pusat.

“Kami di Denpasar sangat hari-hati terkait hal itu, karena kami juga nanya ke Provinsi belum ada, sehingga belum kami usulkan,” kata Mertajaya.

Walaupun demikian, pihaknya mengaku sudah memiliki data pasien yang meninggal Covid-19 di Kota Denpasar yang ia dapatkan dari Dinas Kesehatan.

“Data sudah kami minta Dinkes bagi yang meninggal, jika misalkan sudah ada juknis kami akan langsung usulkan, tapi karena ada surat edaran ini berarti tidak jadi,” katanya.

Mertajaya juga menambahkan, bahwa ada beberapa keluarga pasien yang bertanya tentang hal tersebut.

Namun dirinya meminta untuk menunggu kepastian.

“Kami informasikan untuk menunggu dulu, karena belum ada juknis,” katanya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved