Breaking News:

Berita Buleleng

Komplotan Maling Spesialis Mesin Pompa Air dan Alat Bengkel di Sawan Buleleng Bali Dibekuk Polisi

Dengan barang bukti yang berhasil diamankan berupa empat unit mesin pompa air,  satu unit mesin gerinda, satu unit travo las liatrik, satu buah dongkr

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Polisi menunjukan komplotan maling spesialis mesin pompa air dan alat-alat bengkel yang beraksi di enam TKP di wilayah Kecamatan Sawan, Buleleng, Senin (22/2) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Aparat Kepolisian Sektor Sawan menciduk komplotan maling spesialis mesin pompa air dan alat-alat bengkel yang beraksi di enam TKP di wilayah Kecamatan Sawan, Buleleng.

Keempat pelaku masing-masing bernama Kadek Dwi Bayu Saputra (24) asal Desa Sangsit, Gede Sukrayasa (31) asal Desa Bungkulan, Dika Ristanto (31) asal Banyuwangi, serta KS (16) asal Desa Bungkulan.

Kapolsek Sawan, AKP Ketut Karwa mengatakan, keenam pelaku ini melakukan tindakan pencurian sejak 24 Juni 2020 lalu, hingga 13 Februari kemarin.

Dengan barang bukti yang berhasil diamankan berupa empat unit mesin pompa air,  satu unit mesin gerinda, satu unit travo las liatrik, satu buah dongkrak dan satu buah obeng.

Barang bukti tersebut rata-rata sudah sempat dijual oleh para tersangka pada beberapa penjual rombengan. 

Baca juga: UPDATE Pura di Ubung Dua Kali Disatroni Maling Dalam Sebulan, Seorang Kakek Diamankan Polisi

Baca juga: BREAKING NEWS: Pencurian di Pura Kahyangan Prajapati Kaler Ubung Denpasar,7 Benda Raib Dibawa Maling

"Sudah ada enam orang yang melapor. Akhirnya kami melakukan penyelidikan hingga berhasil menemukan orang yang dicurigai bernama Kadek Dwi Bayu Saputra  pada 18 Februari kemarin. Setelah dilakukan interogasi, Kadek Dwi ini mengaku mencuri bersama tiga rekannya. Atas pengakuan itu, kami pun menangkap tiga temannya itu," jelasnya. 

Disinggung terkait peran dari masing-masing tersangka, AKP Karwa menyebut untuk tersangka Kadek Dwi dan KS bertugas merusak pintu bengkel, dan mengambil barang-barang yang dirasa memiliki nilai ekonomi cukup tinggi.

Sementara tersangka GS dan DR bertugas mengawasi dari luar.

Setelah barang curian berhasil didapatkan, barang-barang tersebut dikumpulkan terlebih dahulu di rumah Kadek Dwi, untuk kemudian dijual kepada beberapa penjual rombengan. 

Sementara tersangka Kadek Dwi mengaku hasil curian itu dibagi rata kepada tiga rekannya, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Ya untuk beli rokok dan lain sebagainya. Barangnya kami jual ke penjual rongsokan yang lewat-lewat di depan rumah saya," singkatnya. 

Akibat perbuatannya, ke enam tersangka dijerat dengan pasal 363 ayat (1) ke 3 dan 4 KUHP, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama tujuh tahun. (rtu)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved