Breaking News:

Berita Buleleng

Nyoman GG Ditahan Terkait Mark-up Hibah Pariwisata di Buleleng, Kuasa Hukum Sebut Kliennya Korban

Nyoman GG Ditahan Terkait Mark-up Hibah Pariwisata di Buleleng, Kuasa Hukum Sebut Kliennya Korban

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
DITAHAN - Setelah menjalani pemeriksaan tersangka Nyoman GG ditahan di Rutan Polres Buleleng, Senin 22 Februari 2021. - Nyoman GG Ditahan Terkait Mark-up Hibah Pariwisata di Buleleng, Kuasa Hukum Sebut Kliennya Korban 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Mengenakan rompi oranye dengan tangan diborgol, kepala bidang (kabid) di Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Buleleng itu digiring naik ke mobil tahanan Kejari Buleleng.

Nyoman GG langsung ditahan setelah tujuh jam diperiksa tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Buleleng, Senin 22 Februari 2021.

Untuk sementara dia dititipkan di Rutan Polres Buleleng.

Kuasa hukumnya, Gede Surya Dilaga mengatakan, Nyoman GG dicerca penyidik sebanyak 30 pertanyaan.

Dilaga menyebut kliennya itu tidak bersalah.

Sebab tindakan mark-up (penggelembugan dana) kegiatan Explore Buleleng dan Bimtek CHSE itu diklaim merupakan perintah tersangka berinisial MD SN untuk mensejahterakan staf Dispar Buleleng.

Baca juga: Kembalikan Uang Cipratan Mark-up, Staf DPMPTSP Datangi Kejari Buleleng Terkait Dana Hibah Pariwisata

"Klien saya tugasnya membuat program di Explore Buleleng. Setelah program dibuat, dilaksanakan oleh PPTK. Jadi klien saya ini sifatnya hanya mengawasi kegiatan. Dalam rapat yang dilaksanakan beberapa waktu lalu, salah satu tersangka yang merupakan atasan dari klien saya ini memerintahkan agar memperhatikan kesejahteraan staf. Atas perintah itu, klien saya mau tidak mau mengikuti, jadi klien saya posisinya hanya sebagai korban," kata Surya Dilaga.

Mengingat delapan tersangka sudah ditahan, Kasi Pidsus Kejari Buleleng  Wayan Genip mengatakan, pihaknya segera melengkapi berkas penyidikan.

Berkas akan serahkan kepada  Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk diteliti.

Apabila dalam 20 hari ke depan berkas penyidikan belum juga rampung, maka pihaknya akan mengajukan permohonan perpanjangan penahanan delapan tersangka kepada JPU selama 40 hari. 

Halaman
123
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved