Breaking News:

Berita Denpasar

Pengecer Arak di Sanur Masih Bingung Cari Izin Jualan, Odah Tetap Was-was Digrebek Petugas

Pengecer Arak di Sanur Masih Bingung Cari Izin Jualan, Odah Tetap Was-was Digrebek Petugas

Tribun Bali/Nyoman Mahayasa
Ilustrasi minuman beraklohol arak Bali. - Pengecer Arak di Sanur Masih Bingung Cari Izin Jualan, Odah Tetap Was-was Digrebek Petugas 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -  Terbitnya Perpres Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal disambut baik Gubernur Bali, Wayan Koster.

Sebab, adanya Perpres tersebut bakal membuat minuman beralkohol (Mikol) di Bali sah untuk diproduksi dan dikembangkan.

Sambutan positif juga datang dari seorang pengecer arak dari Sanur, Denpasar, Wayan Odah.

Akan tetapi, walaupun aturan sudah keluar termasuk adanya Pergub Nomor 1 tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan atau Destilasi Khas Bali, pedagang arak masih tetap kebingunan mencari izin.

“Untuk aturan itu saya salut, tapi dari pengecer atau penjual belum ada aturan terkait jalurnya nyari izin. Apalagi saya hanya menjual arak saja dan tidak ada produk luar,” kata Odah saat dihubungi Senin 23 Februari 2021 siang.

Baca juga: Mulai Sekarang Arak, Brem dan Tuak Bali Sah Diproduksi dan Dikembangkan Secara Luas

Ia mengatakan, aturan untuk bisa menjual arak tersebut harus memiliki izin restoran maupun pub.

Dengan izin tersebut menurutnya, yang dijual bukan hanya arak saja, melainkan minuman dari luar.

Sehingga akan sangat sulit untuk menjual arak saja.

“Kalau menurut saya, masyarakat kecil belum kena aturan ini. Yang kena kan yang sudah besar, seperti produsen besar, restoran dan pub,” katanya.

Baca juga: Perpres Nomor 10 Tahun 2021: Arak Bali, Brem Bali dan Tuak Bali Legal di Indonesia

Halaman
123
Penulis: Putu Supartika
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved