Breaking News:

Berita Gianyar

Pengetahuan Tentang Susu Kambing Murni Minim, Made Raka Rutin Berikan Edukasi Kepada Customer

'Susu RakaEtawa' tersebut menawarkan susu kambing murni dengan cita rasa yang tidak memiliki rasa dan aroma yang kuat seperti halnya susu kambing yang

Tribun Bali/Karsiani Putri
Diakibatkan pandemi, Made Raka yang awalnya berprofesi sebagai pemilik obyek wisata adventure 'Silakarang Adventure Bali' kini beralih profesi menjadi pengusaha susu kambing murni 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Berawal dari ditutupnya obyek wisata adventure 'Silakarang Adventure Bali' miliknya yang disebabkan oleh pandemi Covid-19,  sejak tanggal 17 Agustus 2020 lalu Made Raka banting setir menjadi pengusaha susu kambing murni. 

Usaha yang diberi nama 'Susu RakaEtawa' tersebut menawarkan susu kambing murni dengan cita rasa yang tidak memiliki rasa dan aroma yang kuat seperti halnya susu kambing yang banyak ditemui di beberapa tempat. 

Menurut Made Raka tak jarang ia menemui  customernya yang cenderung tidak percaya dengan keaslian rasa susu kambing murni di tempatnya. 

"Mereka selama ini menganggap kalau susu kambing itu selalu berbau. Tapi, setelah  saya berikan penjelasan dan ajak untuk melihat langsung kandang kambing dan juga proses produksinya, barulah mereka percaya kalau ini memang susu kambing murni," kata Made Raka ketika ditemui Tribun Bali di Jalan Raya Singapadu No 10 Gianyar, Bali. 

Hal ini jugalah yang lantas menjadikan Made Raka untuk selalu memberikan edukasi kepada customernya terkait susu kambing murni. 

Baca juga: Akibat Pandemi, Owner Obyek Wisata Adventure di Gianyar Banting Setir Jadi Pengusaha Susu Kambing

Baca juga: VIRAL Bule Cewek Jualan Mi Ayam Bakso, Banting Setir Setelah Bisnis Travel Seret Akibat Pandemi

Baca juga: Kehilangan Pekerjaan Akibat Pandemi Covid-19, 22 Warga Kesiman Kertalangu Tanam 300 Bibit Pepaya  

"Biasanya saya akan mengarahkan pembeli untuk datang langsung kesini sekaligus mengenalkan bahwa ada peternakan kambing perah di Bali dan bukan hanya ada di Jawa saja. Tujuan saya mengundang pembeli kesini supaya bisa melihat langsung peternakan, proses pembuatan susu, dan pengolahan limbahnya. Dan tujuannya tentunya untuk mengedukasi  pembeli," kata Made Raka. 

Made Raka mengatakan bahwa dirinya juga ingin mengedukasi customer bahwa selain diambil susu dan dagingnya, kotoran kambing juga dapat dimanfaatkan menjadi pupuk. 

"Kencing kambing disini juga saya fermentasi untuk bisa dijadikan pupuk cair. Sementara  pupuk-pupuk ini tidak saya jual tapi saya berikan gratis kepada orang-orang di daerah sini," ujarnya. 

Tidak hanya itu saja, kini Made Raka tengah mempelajari mengenai pembuatan susu kambing dengan campuran aroma strawberry, kopi dan mint. 

Sama halnya dengan memperlajari proses untuk mendapatkan susu kambing murni yang tidak beraroma kuat, dalam mempelajari pembuatan sabun susu kambing ini pun Made Raka mencari semua informasinya melalui sosial media khususnya YouTube. 

Made Raka mengatakan bahwa kedepannya Ia memiliki keinginan untuk dapat menghadirkan wisata edukasi bagi masyarakat yang dimana masyarakat bisa mempelajari mengenai semua hal yang ada di  'Susu RakaEtawa' sekaligus menikmati berbagai wahana yang ditawarkan di obyek wisata adventure 'Silakarang Adventure Bali'.

Made Raka sendiri awalnya sejak tahun 2015 mendirikan obyek wisata adventure 'Silakarang Adventure Bali' yang menawarkan berbagai wahana seperti wahana ATV, Swing, Cycling, Villa hingga kopi luwak. 

Dan setiap harinya sekitar 80 hingga 100 wisatawan datang dan menghabiskan waktunya untuk menikmati berbagai wahana di Silakarang Adventure Bali yang berlokasi di Jalan Raya Singapadu No 10 Gianyar, Bali tersebut. 

Namun, diakibatkan pandemi Covid-19, pada 19 Mei 2020 obyek wisata adventure tersebut terpaksa ditutup. (*) 

Penulis: Karsiani Putri
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved