Breaking News:

Prosedur Membuat dan Mengganti Sertifikat Tanah Elektronik

Beleid tersebut mulai berlaku sejak 12 Januari 2021. Mengacu pada beleid ini, seluruh sertifikat tanah konvensional diganti sertifikat elektronik.

Editor: DionDBPutra
surabaya.tribunnews.com
Ilustrasi sertifikat tanah konvensional.Tidak lama lagi sertifikat tersebut akan ditarik dan diganti dengan sertifikat elektronik atau sertifikat-el. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Era digital menuntut masyarakat Indonesia mulai menyiapkan diri untuk mengganti setifikat tanah konvensional dalam bentuk kertas.

Tidak lama lagi sertifikat tersebut akan ditarik dan diganti dengan sertifikat elektronik atau sertifikat-el.

Hal itu dimungkinkan setelah terbitnya Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang /Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Sertipikat Elektronik.

Beleid tersebut mulai berlaku sejak 12 Januari 2021. Mengacu pada beleid ini, seluruh sertifikat tanah konvensional, analog atau fisik akan diganti sertifikat elektronik.

Penggantian sertifikat tanah konvensional menjadi elektronik ini merupakan bagian dari transformasi digital Kementerian ATR/BPN di semua layanan pertanahan.

Baca juga: Ini Prosedur Terbaru dan Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah di BPN, Anda Perlu Tahu

Baca juga: Tak Akan Lagi Ada Sertifikat Tanah Kertas, Pemerintah Luncurkan Program Sertifikat Tanah Elektronik

Nah, bagaimana prosedur dan cara mendaftar dan mengganti sertifikat tanah konvensional sertifikat-el?

Dalam pasal 6 Permen ATR/Kepala BPN Nomor 1 Tahun 2021 tentang Sertipikat Elektronik, dijelaskan terdapat dua kategori penerbitan sertifikat tanah elektronik.

Pertama, pendaftaran tanah pertama kali untuk tanah yang belum terdaftar, dan kedua pergantian sertifikat fisik ke elektronik.

Cara pendaftaran tanah pertama kali untuk tanah yang belum terdaftar Penerbitan sertifikat tanah elektronik untuk yang belum terdaftar, terlebih dahulu akan dilakukan proses pengumpulan data melalui sistem elektronik.

Proses ini meliputi pengumpulan dan pengolahan data fisik, pembuktian hak, dan pembukuannya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved