Breaking News:

Berita Tabanan

Purwanto Curi 700 Uang Kepeng Milik Pura Dalem Tabanan, Hasil Curian Untuk Kebutuhan Sehari-hari

Purwanto yang merupakan salah satu buruh bangunan saat proses rehab Pura Dalem Jema tersebut sudah dua kali dilakukannya.

istimewa
Polsek Marga saat menggelar perkara pelaku pencurian uang kepeng asli di Mapolsek Marga. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Seorang buruh bangunan, Purwanto (47) diamankan polisi setelah nekat melakukan pencurian ceniga berisi 700 uang kepeng asli di Pura Dalem Jema, Banjar Dinas Kuwum Ancak, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Tabanan.

Ia berhasil dibekuk petugas di Desa/Kecamatan Patrang, Jember, Minggu 21 Februari 2021 lalu. 

Ternyata aksi pencurian di pura, juga sempat dilakukan pelaku di Kerobokan Kabupaten Badung.

Menurut informasi yang diperoleh, Purwanto yang merupakan salah satu buruh bangunan saat proses rehab Pura Dalem Jema tersebut sudah dua kali dilakukannya.

Pertama dilakukan di 15 Januari sekitar pukul 14.00 wita, dan pada tanggal 18 Februari 2021 pada pukul 08.30 Wita.

Baca juga: Nekat Curi Uang Kepeng di Setra Desa Adat Serangan, Murdianto Kini Harus Berurusan dengan Polisi

Baca juga: Curi Senpi Polisi yang Alami Kecelakaan di Kuta Badung, Pieter Diganjar Dua Tahun Penjara

Pengakuannya, uang dari penjualan hasil curian tersebut digunakan pelaku untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Peristiwa pencurian tersebut baru diketahui pada Jumat 8 Januari 2021 lalu.

Saat itu benda suci berupa 7 buah ceniga yang berisi 700 uang kepeng asli di balai penyimpanan dan sambiangan pada utama mandala pura tersebut dibongkar untuk direhab sehingga ke tujuh ceniga tersebut dipindahkan sementara.

Benda suci tersebut dipindah ke Balai Sambiangan di sisi sebelah barat pada utama mandala tanpa dikunci.

Dan ada empat orang pekerja yang mengerjakan peoyek tersebur diantaranta Sofian, Yudi, Komang Reni serta pelaku Purwanto.

Beberapa hari bekerja, pengempon pura justru mendapat informasi dari seorang warga bernama Ni Ketut Jeling.

Ia menginformasikan bahwa sempat melihat bungkusan warna putih dilempar dari utama mandala ke arah timur melewati tembok penyengker pura dan jatuh di semak-semak kebun miliknya.

Hanya saja saat itu, ia tak mengecek benda tersebut karena mengira seseorang membuah sampah. 

Mendengar informasi tersebut pelapor selanjutnya meneruskan informasi tersebut kepada pemangku setempat, Jro Mangku Hendra.

Ia kemudian mengecek langsung ke balai penyimpanan ceniga dan ternyata 7 buah ceniga berisi uang kepeng asli.

Baca juga: UPDATE: Pencurian di Pura, Kakek yang Diamankan Warga Ternyata Hidup Sebatang Kara, Usianya 89 Tahun

Baca juga: Made Sukada Mengelabui Korbannya di Bangli, Pura-pura Jual Kucit yang Ternyata Hasil Curian

Ternyata benda suci tersebut telah hilang. 

Mengetahui ada yang hilang, mereka pun bergegas untuk mencari ke tegalan milik Ketut Jeling yang sebelumnya benda tersebut diduga dilemparkan.

Hanya saja hasilnya nihil.

Pasca diketahui, pihak pelapor langsung menginformasikan ke Kantor Desa Batannyuh mengingat warga setempat yang menjadi pengempon pura. 

Selanjutnya setelah perangkat Desa berdatangan untjk melakukan pengecekan barang yang hilang.

Namun, saat pengecekan tiba-tiba saja salah satu buruh yang berasal dari Jawa menghilang dengan alasan buang air kecil dan ternyata tidak pernah kembali hingga diamankan.

Selain itu, buruh tersebut (Purwanto) juga tak mengambil upah buruh selama 4 hari.

Setelah kejadian tersebut pihak pengempon pura langsung melaporkannya ke Mapolsei Marga. 

Mendapat laporan tersebut, Polsek Marga langsung melakukan olah TKP dan melakukan penyelidikan Senin 18 Februari 2021 lalu.

Dari hasil keterangan saksi, pelaku pencurian mengarah pada pelaku Purwanto yang merupakan buruh bangunan setempat.

Kecurigaan kuat mengarah Purwanto karena pelaku mendadak hilang dengan alasan buang air kecil dan bahkan tidak mengambil upah kerja selama 4 hari. 

Dalam proses penyelidikan ini, polisi sempat memburu pelaku ke kosannya yang ada di wilayah Banjar Tegal Belodan, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan.

Hanya saja pelaku diperkirakan sudah kabur ke kampungnya di Jember.

Polsek Marga pun langsung berkoordinasi dengan Polsek Jember.

Tak berselang lama, pelaku berhasil dibekuk di kampungnya, Minggu 21 Februari 2021 lalu.

Hasil interogasi yang dilakukan terhadap pelaku, ia mengakui perbuatanya telah mencuri 700 uang kepeng asli duwe (milik) Pura Dalem Jeme.

"Kecurigaan awal mengarah ke pelaku ini karena sempat hilang saat proses pengecekan oleh pengempon," ungkap Kasubag Humas Polres Tabanan, Iptu I Nyoman Subagia.

Dia mengungkapkan, setelah dilakukan penyelidikan pelaku berhasil diamankan di kampungnya, daerah Jember.

Dari hasil interogasi, pelaku mengakui uang kepeng asli yang berhasil diambil dijual ke daerah Banjar Demung, Kecamatan Kediri.

Total krama Pura Dalem Jema mengalami kerugian sekitar Rp 8.5 Juta.

"Hasil jualanya ini dia gunakan untuk kebutuhan sehari-hari," imbuhnya.

Akibat perbuatanya itu pelaku Purwanto disangkakan pasal 362 KUHP tentang pencurian biasa dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara.

"Saat ini pelaku sudah diamankan dan ditahan di Polsek Marga," tandasnya. 

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved