Breaking News:

Iran

Hukum di Iran, Meski Sudah Meninggal Jenazah Ibu Ini Tetap Dibawa ke Tiang Gantungan

Kendati sudah meninggal dunia seorang ibu yang menjadi terdakwa kasus pembunuhan tetap menjalani hukuman mati dengan cara digantung.

Editor: DionDBPutra
FACEBOOK/Omad Moradi via Daily Mail-KOMPAS.COM
Zahra Ismaili (paling kiri, tidak diburamkan), seorang ibu di Iran yang dijatuhi hukuman mati karena membunuh suaminya. Zahra meninggal jelang dieksekusi karena serangan jantung. Namun dia tetap dibawa ke tiang gantungan. 

TRIBUN-BALI.COM, TEHERAN - Penegakan hukum di Iran ini mungkin dipadang tak lazim oleh sebagian orang.

Kendati sudah meninggal dunia seorang ibu yang menjadi terdakwa kasus pembunuhan tetap menjalani hukuman mati dengan cara digantung.

Perempuan tersebut dilaporkan meninggal dunia menjelang saat eksekusi karena serangan jantung.

Media setempat melaporkan, aparat penegak hukum Iran tetap mengeksekusi Zahra Ismaili sesuai harapan ibu korban yang ingin menunaikan haknya.

Baca juga: Pengusaha Ini Dieksekusi Mati Terbukti Memperkosa 25 Gadis

Baca juga: Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un Eksekusi Mati 4 Pejabat Gara-gara Masalah Ini

Hal ibu korban adalah menendang kursi yang dipakai terdakwa untuk berdiri di tiang gantungan tersebut.

Zahra Ismaili divonis hakim bersalah atas pembunuhan suaminya, seorang pejabat intelijen, karena sudah menyiksa dirinya dan anaknya.

Pengacara Zahra Ismaili, Omid Moradi, mengungkapkan bagaimana ibu dua anak itu harus menunggu dan menyaksikan 16 terdakwa digantung.

Zahra mengalami serangan jantung dan meninggal dunia. Namun, oleh para algojo jenazahnya tetap dibawa ke tiang gantungan.

Jenazah si ibu diangkat menggunakan perancah dan digantung supaya ibu korban bisa menendang kursi dari kaki Zahra.

Zahra sudah dieksekusi di Penjara Rajai Shahr pekan lalu. Letak penjara tersebut di Kota Karaj, sekitar 32 kilometer di sebelah barat Teheran.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved