Myanmar

Indonesia Bantah Dukung Pemilu Baru di Myanmar, KBRI Yangon Didemo

Warga Myanmar yang menentang kudeta berunjuk rasa di depan Gedung KBRI Yangon pada Selasa 23 Februari 2021.

Editor: DionDBPutra
AFP/Sai Aung Utama
Para pengunjuk rasa menyalakan lilin di luar Kedutaan Besar AS selama demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon pada 21 Februari 2021. 

Militer Myanmar merebut kekuasaan pada 1 Februari 2021 setelah komisi pemilihan menolak tuduhan penipuan. Partai pimpinan Aung San Suu Kyi memenangi pemungutan suara pada 8 November 2020.

Junta menjanjikan pemilu baru, tetapi tanpa menetapkan jadwal yang pasti.

Kudeta tersebut telah memicu protes massal setiap hari selama hampir tiga pekan dan pemogokan oleh banyak pegawai pemerintah.

Malaysia Tangguhkan Deportasi

Sementara itu, pengadilan Malaysia menangguhkan sementara rencana deportasi 1.200 tahanan Myanmar yang dijadwalkan kembali ke negaranya pada Selasa 23 Februari 2021.

Melansir The Straits Times, penangguhan sementara dilakukan atas petisi yang diajukan oleh kelompok HAM internasional.

New Sin Yew pengacara untuk Amnesty International dan Asylum Access mengatakan penundaan diberikan sesuai dengan hasil pengadilan yang akan mendengarkan permohonan peninjauan yudisial kelompok tersebut untuk menangguhkan deportasi.

Sidang pengadilan akan dilakukan pada Rabu 24 Februari 2021 pukul 10.00 waktu setempat.

Malaysia sebelumnya telah mulai membawa para pencari suaka dan tahanan Myanmar ke pelabuhan, di mana kapal-kapal menunggu untuk membawa mereka kembali ke tanah air mereka yang dilanda konflik kudeta militer.

Tahanan 1.200 termasuk anak-anak, dijadwalkan meninggalkan Malaysia pada Selasa sore waktu setempat, dengan kapal Angkatan Laut yang dikirimkan oleh militer Myanmar, yang menggulingkan pemerintaha terpilih.

Pencari suaka di Malaysia dari minoritas Chin, Kachin dan komunitas Muslim non-Rohingya yang melarikan diri dari konflik dan penganiayaan di rumah, termasuk di antara mereka yang akan dideportasi.

Malaysia mengatakan tidak akan mendeportasi Muslim Rohingya atau pengungsi yang terdaftar di Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR).

Namun, badan pengungsi PBB mengatakan setidaknya ada 6 orang yang terdaftar di UNHCR yang juga akan dideportasi dan mungkin lebih banyak lagi.

Bus dan truk departemen imigrasi terlihat membawa para tahanan ke pelabuhan Lumut, Malaysia barat, tempat kapal-kapal Myanmar berlabuh di pangkalan angkatan laut.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved