Breaking News:

Berita Bali

Sebanyak 3.162 Balita di Bali Alami Gizi Buruk Selama Pandemi, Ini Penjelasan dr. Ketut Suarjaya

Kurangnya pemenuhan gizi bayi di bawah usia lima tahun (balita) pada tahun 2020 sekitar 3.162 balita di Bali. 

Kompas.com
Ilustrasi 

Langkah-langkah pencegahan stunting adalah dengan Membangun komitmen dari lintas program dan lintas sektor melalui pelaksanaan aksi konvergensi percepatan pencegahan stunting di kabupaten/kota lokus, Peningkatan akses pangan bergizi di masyarakat, Pencegahan stunting dari hulu ke hilir dengan menyasar 1000 Hari Pertama Kelahiran (HPK) yaitu mulai dari remaja putri sampai balita, Peningkatan pelayanan kesehatan terutama kesehatan ibu dan anak yang bermutu sesuai standar, Pemenuhan akses sanitasi dan air minum layak, Peningkatan pemberdayaan masyarakat menuju perubahan perilaku sampai ke tingkat desa

Dan upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah agar stunting semakin menurun dengan pemberian Tablet tambah darah kepada ibu hamil, pemberian tablet tambah darah kepada remaja putri usia 12 sd 18 tahun seminggu sekali satu tablet, pendidikan Anak Usia Dini pendidikan kepada calon pengantin, Implementasi PAMSIMAS (Pengelolaan Air Minum dan sanitasi Berbasis Masyarakat) berupa pembangunan sarana air minum oleh kelompok kerja masyarakat dan pemenuhan sarana sanitasi, Peningkatan akses sanitasi melalui memberdayaan masyarakat dengan tujuan merubah perilaku stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun (CTPS), pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga  

Pengadaan alat cetak jamban (bekerja sama dengan TNI). 

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved