Breaking News:

Berita Tabanan

Tribun Lapangan Dangin Carik Nyaris Ambruk, Pemerintah Tabanan Bali Belum Pastikan Perbaikan

Selain kondisinya yang nyaris ambruk, bagian atap sudah melengkung dan bocor.

Tribun Bali/Made Prasetia Aryawan
Sebuah bangunan tribun di areal Lapangan Alit Saputra atau yang lebih dikenal Lapangan Dangin Carik Tabanan tampak dipasangi garis pembatas, Selasa 23 Februari 2021. Kondisi bangunan ini sangay memperihatinkan dan segera perlu perbaikan. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Sebuah bangunan tribun di areal Lapangan Alit Saputra atau yang lebih dikenal Lapangan Dangin Carik tampak dipasangi garis pembatas, Selasa 23 Februari 2021.

Sebab, kondisi bangunan yang sudah aja sejak belasan tahun lalu ini justru memperihatinkan. Kondisinya nyaris ambruk dan terlihat melengkung pada bagian atap. 

Menurut pantauan, pasca dipasangi garis pembatas atau safety line secara keseluruhan, warga yang berkunjung atau melakukan olahraga di areal lapangan untuk sementara tak diperbolehkan berada di sana.

Sebab, selain kondisinya yang nyaris ambruk, bagian atap sudah melengkung dan bocor.

Sehingga perlu perbaikan dari pemerintah daerah karena jika tak segera diperbaiki, dikhawatirkan atap tribun tersebut akan benar-benar ambruk.

Baca juga: Hujan Seharian, Penyengker Pura di Karangasem Bali Ambruk, Begini Kondisinya

Baca juga: Baru Selesai Dibangun, Senderan dan Bangun Pura di Payangan Gianyar Bali Ambruk

Baca juga: Bale Gong Pura Desa Lemukih Bali Ambruk Diterjang Angin, Gede Widarta: Puting Beliung memang Musiman

"Kita sudah sempat mengecek ke Dangin Carik untuk melihat kondisinya setelah mendapat laporan. Kita juga sudah laporkan ke Pemkab Tabanan agar segera mendapat penanganan," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan, I Made Subagia, Selasa 23 Februari 2021. 

Subagia menjelaskan, pihaknya juga sudah turun bersama PUPRPKP untuk mengecek kerusakan yang ada dan menghitung biaya yang dibutuhkan untuk perbaikan bangunan tersebut termasuk rencana perbaikannya seperti apa.

Namun, saat ini pihaknya masih belum berani memastikan kapan akam dilakukan perbaikan.

Sebab, kerusakan tersebut bukan merupakan akibat force major atau bencana melainkan sifatnya insidentil. 

"Ini sifatnya insidentil, sehingga tidak bisa segera diperbaiki. Perbaikan disesuaikan dengan skema anggaran yang ada," ujar mantan Kadis Perikanan Tabanan ini. 

Birokrat asal Desa Selabih, Kecamatan Selemadeg Barat ini menuturkan, kerusakan bangunan tersebut dianggap wajar karena usianya yang sudah belasan bahkan puluhan tahun.

Selain itu, dengan usia tersebut juga sudah wajar untuk mendapatkan renovasi atau perbaikan. 

"Untuk sementara kami imbau kepada masyarakat agar tak bertedur di lokasi tersebut untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. Kita juga sudah oasang safety line di lokasi agar masyarakat selalu waspada," tandasnya. 

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved