Breaking News:

Berita Bali

Kuasai Aset Tanah Milik Kejari Tabanan, Penyidik Kejati Bali Tetapkan Enam Tersangka

Penyidik jaksa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali menetapkan enam orang tersangka terkait tindak pidana korupsi terhadap aset negara, berupa tanah kantor

Penulis: Putu Candra
Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Putu Candra
Kasipenkum Kejati Bali, Luga A Harlianto. Kuasai Aset Tanah Kejari Tabanan, Penyidik Kejati Bali Tetapkan Enam Tersangka 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Penyidik jaksa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali menetapkan enam orang tersangka terkait tindak pidana korupsi terhadap aset negara, berupa tanah kantor Kejari Tabanan.

Keenam tersangka ini adalah WS, NM, NS, IKG, PM dan MK.

Di atas tanah itu, para tersangka yang menguasai aset tanah tersebut membangun kos-kosan serta toko yang kemudian disewakan.

Demikian disampaikan Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat (Kasi Penkum dan Humas) Kejati Bali, A Luga Harlianto.

Baca juga: UPDATE Kasus Korupsi LPD Gerokgak Buleleng, Kejati Bali Tetapkan Pengurus & Karyawan Jadi Tersangka

"Penyidikan ini dimulai dari tahap penyelidikan sejak akhir tahun 2020 terhadap tanah aset kantor Kejari Tabanan.

Langkah persuasif telah kami lakukan sebelumnya agar para pelaku menyerahkan tanah tersebut ke Kejari Tabanan.

Namun upaya tersebut tidak diindahkan.

Justru mereka tetap menguasai dan membuat bangunan-bangunan toko dan kos-kosan di tanah tersebut," terangnya, Kamis 25 Pebruari 2021.

Luga menuturkan, awalnya Kejari Tabanan memiliki aset berupa tanah kantor yang perolehannya dengan status hak pakai dari Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bali kepada Kejaksaan Agung Republik Indonesia Cq. Kejaksaan Tinggi Bali.

Tanah itu digunakan sebagai kantor dan rumah dinas Kejari Tabanan sejak tahun 1974.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved