Breaking News:

Terowongan Kuno di Buleleng Berusia 950 Tahun, Dibikin Saat Raja Anak Wungsu Berkuasa di Bali  

Terowongan itu diperkirakan berusia 950 tahun, karena dibuat pada abad ke-11 pada masa Bali berada dalam kekuasaan Raja Anak Wungsu.

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pembangunan Bendungan Tamblang dengan nilai investasi Rp 768 miliar saat ini terus dikerjakan di Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali.

Dalam proses pembangunannya, para pekerja proyek secara tak sengaja menemukan sebuah terowongan kuno, yang kemudian membuat Balai Arkeologi Bali terjun untuk menelitinya.

Setelah dilakukan pengecekan dan penelitian dengan hati-hati, terowongan itu diketahui merupakan peninggalan kuno yang memiliki nilai historis, dan pada masanya berfungsi untuk pengaturan air, termasuk irigasi.

Terowongan itu diperkirakan berusia 950 tahun, karena dibuat pada abad ke-11 pada masa Bali berada dalam kekuasaan raja Anak Wungsu, yang memerintah Bali  sekitar tahun 1049-1077 Masehi.

Baca juga: Sebagian Terowongan Peninggalan Zaman Belanda di Proyek Bendungan Tamblang Bakal Ditutup

Dengan pusat pemerintahan di Tampak Siring, Gianyar, wilayah kekuasaan raja Anak Wungsu saat itu memang membentang dari selatan hingga utara Bali.

Kepala Balai Arkeologi Bali, I Gusti Made Suarbhawa mengatakan, terowongan tersebut ditemukan tidak sengaja dan lokasinya berada di Tukad Aya.

Lokasi penemuan terowongan ini lebih dekat dengan Desa Sawan daripada ke Desa Tamblang. Keduanya sama-sama berada di Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng.

Suarbhawa menjelaskan, saat proses pembuatan badan bendungan, para pekerja proyek menemukan lubang. Setelah dicek secara hati-hati, akhirnya terungkap adanya terowongan pada sisi barat tebing Tukad Aya.

Baca juga: Progres Pembangunan Bendungan Tamblang Capai 30 Persen

Setelah adanya penemuan lubang tersebut, pihak pelaksana proyek akhirnya berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Sunarko
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved