Breaking News:

Serba serbi

Mengapa Bulan di Dekat Ufuk Terlihat Lebih Besar? Semua Hanya Ilusi Otak Kita

Baru-baru ini, para psikolog mulai memahami bahwa penampakan bulan yang besar di dekat ufuk adalah contoh nyata dari tipuan atau ilusi optik.

Editor: I Made Dwi Suputra
Tribun Bali/Rizal Fanany
Detik-detik terjadinya fenomena Supermoon di Bali, Rabu (8/4/2020). 

Semesta Teori

Teori lain, yang disebut sebagai hipotesis ukuran relatif, menunjukkan bahwa akar ilusi optik ini tergantung pada ukuran objek di latar depan bulan. Tanpa rumah, gunung, atau pepohonan, bulatan bulan tidak akan tampak sebesar itu. Teori ini mirip dengan ilusi Ebbinghaus yang terkenal, yang menunjukkan bahwa dua objek identik dapat tampak sangat berbeda ukurannya tergantung pada apa yang mengelilinginya. 

Perhatikan kedua lingkaran oranye di tengah, sebenarnya ukuran keduanya sama. Namun Lingkaran oranye kanan terlihat lebih besar karena terdapat lingkaran-lingkaran kecil yang mengelilinginya. Sebaliknya lingkaran oranye kiri terlihat kecil karena disekelilingnya terdapat lingkaran-lingkaran besar. Dalam kasus Ilusi bulan juga sama. Bulan terlihat besar di ufuk karena otak kita langsung membandingkan ukuran bulan dengan objek-objek disekitar ufuk seprti pohon,bukit atau gedung-gedung. Sebaliknya Bulan terlihat kecil saat berada di atas kita karena kita membandingkan ukuran bulan dengan luasnya langit malam. (ourplnt.com)
Perhatikan kedua lingkaran oranye di tengah, sebenarnya ukuran keduanya sama. Namun Lingkaran oranye kanan terlihat lebih besar karena terdapat lingkaran-lingkaran kecil yang mengelilinginya. Sebaliknya lingkaran oranye kiri terlihat kecil karena disekelilingnya terdapat lingkaran-lingkaran besar. Dalam kasus Ilusi bulan juga sama. Bulan terlihat besar di ufuk karena otak kita langsung membandingkan ukuran bulan dengan objek-objek disekitar ufuk seprti pohon,bukit atau gedung-gedung. Sebaliknya Bulan terlihat kecil saat berada di atas kita karena kita membandingkan ukuran bulan dengan luasnya langit malam. (ourplnt.com) (ourplnt.com)

Teori yang lebih baru bahkan menunjukkan bahwa penglihatan binokular bisa menjadi penyebabnya. Penglihatan binokular adalah penglihatan di mana kedua mata digunakan bersama-sama. Otak kita mencoba untuk mengimbangi posisi bulan yang dipersepsikan berada di depan langit yang datar dan jauh dengan mengubah ukuran bulan.

Namun begitu, hingga kini belum ada kesepakatan bersama mengenai penjelasan yang benar di balik ilusi bulan in. “Meski sudah ada buku-buku tertulis dan ratusan artikel tentang topik itu, masalah itu belum terselesaikan sepenuhnya,” kata Claus-Christian Carbon, psikolog dari University of Bamberg di Jerman, yang juga mempelajari ilusi bulan menggunakan model di planetarium.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved