Breaking News:

Pendukung Donald Trump Berniat Meledakkan Gedung Capitol dan Bunuh Anggota Kongres

Kepala Polisi Gedung Capitol Yogananda Pittman mengatakan ancaman ekstremis pro-Trump kemungkinan menargetkan serangan selama pidato Presiden Biden.

Editor: DionDBPutra
AFP PHOTO/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS
Personel Garda Nasional berjaga di depan Gedung Capitol Hill, Washington DC, pada 17 Januari 2021. Pendukung Donald Trump dilaporkan berniat meledakkan Gedung Capitol dan membunuh anggota Kongres. 

TRIBUN-BALI.COM. WASHINGTON DC - Pendukung Donald Trump dilaporkan berniat meledakkan Gedung Capitol dan membunuh anggota Kongres AS.

Kepada anggota parlemen, Kamis 25 Februari 2021, Kepala Polisi Gedung Capitol Yogananda Pittman mengatakan ancaman ekstremis pro-Trump kemungkinan menargetkan serangan selama pidato Presiden Joe Biden.

Hal ini seperti dilansir dari Reuters pada Kamis 25 Februari 2021.

Baca juga: Capitol Hill Diserbu Massa, Kerusuhan di Amerika Disebut Terencana dan Dibantu Orang Dalam

Baca juga: Garda Nasional Siaga Tinggi di Gedung Capitol Mengawal Sidang Pemakzulan Trump

"Anggota kelompok milisi yang hadir pada 6 Januari menyatakan keinginan mereka untuk meledakkan Capitol dan membunuh sebanyak mungkin anggota yang berhubungan langsung dengan pidato kenegaraan tahunan," kata Pittman kepada anggota Komite DPR AS.

"Kami berpikir alangkah bijaksana, jika Polisi Capitol mempertahankan postur keamanan yang ditingkatkan dan kuat sampai kami mengatasi risiko tersebut di masa mendatang," ujarnya.

Tanggal pidato tahunan kenegaraan di Kongres AS sementara ini belum diumumkan oleh Presiden Joe Biden yang biasanya terjadi pada awal tahun.

Langkah keamanan yang belum pernah terjadi sebelumnya diberlakukan di Washington setelah serangan yang bermaksud membatalkan sertifikasi kemenangan Joe Biden, pada 6 Januari 2021 di Gedung Capitol.

Pagar berduri, pos pemeriksaan oleh Garda Nasional menghiasi jalanan sekitar kantor Kongres saat pelantikan Joe Biden-Kamala Harris yang disertifikasi sebagai pemenang pemilu AS 2020.

Sebanyak 5.000 tentara diperkirakan masih ditempatkan di sekitar Gedung Capitol hingga pertengahan Maret 2021.

Pendukung Trump menyerbu Gedung Capitol dalam upaya untuk menghentikan Kongres dari sertifikasi kemenangan pemilu oleh Biden dari Demokrat, mengalahkan petahana dari Republik.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved