Breaking News:

Jelang Purna Tugas di Perbatasan RI - RDTL, Anggota TNI Kodam IX/Udayana Gelar Baksos Serentak

Sektor Timur Yonif Raider Khusus 744/Satya Yudha Bhakti Kodam IX/Udayana menggelar bakti sosial secara serentak.

Dok. Pendam IX/Udayana
Yonif Raider Khusus 744/Satya Yudha Bhakti Kodam IX/Udayana menggelar bakti sosial secara serentak di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Kamis 25 Februari 2021 - Jelang Purna Tugas di Perbatasan RI - RDTL, Anggota TNI Kodam IX/Udayana Gelar Baksos Serentak 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, KUPANG - Di sisa-sisa masa penugasan di wilayah perbatasan, Satgas Pamtas RI-RDTL (Republik Indonesia - Republik Demokratik Timor Leste) Sektor Timur Yonif Raider Khusus 744/Satya Yudha Bhakti Kodam IX/Udayana menggelar bakti sosial secara serentak.

Bakti sosial dilaksanakan oleh Mako Satgas, Jajaran Kipur 1 dan Kipur 3 Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.

Dansatgas Yonif RK 744/SYB, Letkol Inf Alfat Denny Andrian mengatakan, bakti sosial yang dilaksanakan secara serentak meliputi pembagian sembako, pengobatan gratis, donor darah hingga penyuluhan tentang bahaya Covid-19

Di Mako Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur, sosialisasi Covid-19 diberikan langsung oleh dokter Satgas Lettu Ckm Rukmana Wijayanto.

Baca juga: Peduli Tumbuh Kembang Anak di Perbatasan, Anggota TNI Kodam IX/Udayana Gelar Posyandu

Baca juga: TNI di Perbatasan RI-RDTL, Tak Hanya Operasi Militer, Tapi Juga Kedepankan Kemanusiaan

Baca juga: Satgas Pamtas RI-RDTL Kodam IX/Udayana Segera Akhiri Masa Tugas di Perbatasan

"Tujuannya tentu adalah agar masyarakat di masa pandemi saat ini, lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti wajib bermasker, rajin mencuci tangan dengan sabun dan selalu menjaga jarak," tuturnya

dr. Rukmana Wijayanto selaku dokter Satgas mengatakan, bahwa warga memang harus rajin untuk diingatkan serta dirinya yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan merasa memiliki kewajiban moral untuk mengingatkan dan mengimbau.

"Kami memiliki kewajiban moral untuk mengimbau dan mengingatkan akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan, karena mungkin masih banyak yang belum mengetahui bahkan menyadari betapa berbahayanya virus Covid-19 terhadap kesehatan," jelas dia.

Lanjutnya, terutama mereka yang memiliki penyakit bawaan dampaknya sangat berbahaya dan mengancam jiwa penderitanya itu sendiri.

"Kami juga menjelaskan bagaimana ciri dan karakter virus Covid-19 ketika virus tersebut menyerang. Termasuk memberi gambaran cara mengatasinya karena virus ini bisa disembuhkan sehingga harapannya warga tidak perlu takut namun juga jangan lengah," papar dia.

Halaman
12
Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved