Breaking News:

Berita Gianyar

Bupati Gianyar Bali Mahayastra Dorong Kompetisi Voli, Harapkan 'Telurkan' 2 Atlet Nasional

“Namun saya tegaskan jangan ada kompetisi sampai larut malam. Apalagi ada atlet yang main di tiga kompetisi dalam sehari. Ini merusak fisik atlet,” uj

Tribun Bali/Putu Dewi Adi Damayanthi
Ilustrasi - Latihan Tim Voli Putri 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Sejumlah pengurus Cabang Olahraga (Cabor) Voli Kabupaten Gianyar, Jumat 26 Februari 2021 lalu.

Dimana organisasi yang sangat populer di kalangan anak muda Gianyar itu, kini diketua I Nyoman Alit Sutarya alias Alit Rama yang juga anggota DPRD Gianyar.

Terkait telah ditetapkannya pengurus Cabor Voli, Bupati Gianyar, Made Mahayastra mengharapkan dapat melahirkan atlet voli tingkat nasional, minimal dua orang. 

Bupati Gianyar, Made Mahayastra, Minggu 28 Februari 2021 mengantakan, pada medio 1990an, olahraga voli di Gianyar pernah mengalami masa kejayaan, bahkan di desa-desa terdapat club yang mumpuni yang melahirkan atlet voli berprestasi.

Bahkan, pertandingan voli pada masa itu menjadi salah satu ajang pengumpulan dana, untuk kegiatan sekaa teruna atau banjar 

Baca juga: Perjuangan Putu Randu Jadi Atlet Voli Timnas Indonesia, Berawal dari Lapangan Dekat Rumah Tabanan

Baca juga: Aksi Selebrasinya Trending Twitter, Begini Kisah Sukses Atlet Voli Bali Peraih Emas SEA Games 2019

Baca juga: Mengenal Sosok Li Qiujiang, Pelatih Timnas Voli Putra Indonesia yang Sukses Mempersembahkan Emas

“Itu di tahun 1990an, saya berharap kejayaan itu dikembalikan lagi,” harapnya.

Mahayastra pun meminta pada KONI Gianyar, supaya Cabor Voli dibuatkan kompetisi Bupati Cup.

Sebab ia berharap, adanya atlet voli tingkat nasional.

Menurut dia, hal tersebut akan bisa diwujudkan mengingat saat ini voli kembali menjadi olahraga favorit anak muda Gianyar.

"Harus ada pembinaan, kompetisi yang teratur dan seleksi bibit atlet terus dilakukan,” tegasnya. 

“Silahkan buat kompetisi, mulai dari gala desa, atur jadwal, buat kalender liga. Saya yakin hasil tidak mengkhianati usaha. Tidak ada alasan untuk tidak meraih prestasi, mengingat Pemkab melalui KONI sudah menyediakan fasilitas, pelatih, pengurus termasuk bonus bagi atlet yang meraih prestasi," tandasnya.

Kata dia, dengan kompetisi yang teratur dan terukur, maka bibit baru akan muncul.

“Namun saya tegaskan jangan ada kompetisi sampai larut malam. Apalagi ada atlet yang main di tiga kompetisi dalam sehari. Ini merusak fisik atlet,” ujarnya.

Meskipun mendorong adanya kompetisi, namun Mahayastra tetap akan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Saya pastikan tidak akan ada ijin keramaian, bila pandemi landai saya kira kompetisi yang baik bisa terlaksana,” ujarnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved