Breaking News:

Cara Menghitung Perencanaan Keuangan Sebelum Membeli Rumah KPR, Dari DP hingga Biaya Provisi

Cara Menghitung Perencanaan Keuangan Sebelum Membeli Rumah KPR, Dari DP hingga Biaya Provisi

Tribunnews
Cara Menghitung Perencanaan Keuangan Sebelum Membeli Rumah KPR, Dari DP hingga Biaya Provisi 

Khusus untuk DP, setiap bank penyalur KPR memiliki persyaratan yang berbeda-beda, tergantung pada kebijakan masing-masing.

Sesuai dengan peraturan terbaru dari Bank Indonesia (BI), besaran uang muka KPR saat ini adalah 0 persen untuk seluruh tipe rumah tapak pertama dan kedua.

Kebijakan ini berlaku mulai 1 Maret hingga 31 Desember 2021, untuk kemudian dievaluasi kembali.

Selanjutnya, Anda juga perlu menghitung secara matang biaya bunga dan besaran cicilan KPR yang menjadi kewajiban setiap bulannya.

Baca juga: Mencari Rumah untuk Tempat Tinggal ?, Cobalah Ikuti Cara Ini, Bisa Ajukan KPR Secara Online

2. Mulai lakukan penghitungan KPR
Misalnya, harga rumah yang diinginkan adalah Rp 750 juta, Anda akan dibebaskan dari biaya pembayaran DP.

Namun, jika tidak ingin menanggung beban cicilan membengkak akibat DP 0 persen, Anda bisa memperhitungkan untuk membayar DP.

Katakanlah DP sebesar 15 persen, jika dikalikan dengan harga rumah, maka Anda harus membayar sebesar Rp 112,5 juta.

3. Hitung jumlah pokok kredit
Setelah mengetahui besaran uang muka yang harus disiapkan, selanjutnya Anda dapat menghitung jumlah pokok kredit rumah tersebut.

Cara menghitung pokok kredit yaitu dengan mengurangi antara harga rumah dengan uang muka.

Misalnya, harga rumah Rp 750 juta dikurangi dengan uang mukanya sebesar Rp 112,5 juta maka hasilnya adalah sebesar Rp 637,5 juta yang merupakan pokok kredit Anda.

Foto ilustrasi rumah KPR
Foto ilustrasi rumah KPR (Gambar oleh Pexels dari Pixabay)
Halaman
1234
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved