Breaking News:

Cara Menghitung Perencanaan Keuangan Sebelum Membeli Rumah KPR, Dari DP hingga Biaya Provisi

Cara Menghitung Perencanaan Keuangan Sebelum Membeli Rumah KPR, Dari DP hingga Biaya Provisi

Tribunnews
Cara Menghitung Perencanaan Keuangan Sebelum Membeli Rumah KPR, Dari DP hingga Biaya Provisi 

4. Mengenali apa itu biaya provisi
Biaya provisi merupakan sejumlah biaya yang dikenakan oleh pihak bank penyalur KPR kepada para nasabah sebagai bentuk biaya administrasi atas sejumlah dana yang telah mereka pinjamkan.

Besaran biaya provisi ini bisa saja berbeda-beda antara satu bank dengan bank lainya, tapi sebagian besar bank menetapkan nilai satu persen dari pokok kredit yang dipinjamkan.

Adapun cara menghitungnya yaitu mengalikan biaya provisi dengan pokok kredit.

Misalnya, biaya provisi satu persen dikalikan dengan pokok kredit sebesar Rp 637,5 juta maka hasilnya adalah Rp 6.375.000 yang merupakan biaya provisi yang harus Anda bayarkan.

Beberapa jenis biaya provisi atau biaya tambahan membeli rumah:
1. Biaya BPHTB Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) merupakan pajak jual–beli yang dibebankan kepada pembeli.

Besaran BPHTB yaitu 5 persen dari harga beli dikurangi Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP/NPTKP).

Besaran NJOP/TKP berbeda–beda tergantung lokasi rumah yang Anda incar berada.

Misalnya harga rumah Rp 750 juta dikurangi NJOPTKP Rp 12 juta lalu dikalikan 5 persen maka hasilnya Rp 6.900.000 yang menjadi BPHTB Anda.

2. Biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) biasanya dibayarkan sekaligus saat pengajuan Biaya Balik Nama (BBN) dengan anggaran (1/1000 x harga jual rumah) + Rp 50.000.

Misalnya 1/1000 dikali Rp 750 juta kemudian ditambah Rp 50.000 maka hasilnya yaitu Rp 800.000, PNBP yang Anda harus bayarkan.

Halaman
1234
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved