Breaking News:

Corona di Bali

Meski Anggaran Terpuruk, Pemkab Gianyar Tanggung Biaya Karantina Rp200 Ribu Per Hari

Pemkab Gianyar hingga saat ini menilai karantina di hotel menjadi salah satu upaya paling manjur, dalam memutus mata rantai Covid-19 di Kabupaten Gian

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Bupati Gianyar, Made Mahayastra memperlihatkan data zona covid-19 untuk Kebupaten Gianyar, Jumat 26 Februari 2021 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pemkab Gianyar hingga saat ini menilai karantina di hotel menjadi salah satu upaya paling manjur, dalam memutus mata rantai Covid-19 di Kabupaten Gianyar.

Sebab, selain dapat menghindari si pasien dari beban mental di lingkungan tempat tinggalnya, mereka juga mendapatkan pelayanan prima.

Sebab Pemkab Gianyar menilai pihaknya telah memberikan pelayanan dengan baik.

Baca juga: Bangunan Semi Permanen Roboh di Blahbatuh Gianyar, Seorang Warga Alami Kepala Benjol Tertimpa Balok

Baca juga: BPBD Gianyar Minta Warga Tak Segan Minta Bantuan Pangkas Pohon

Baca juga: Pemerintah Kabupaten Gianyar Ucapkan Selamat Atas Pelantikan Wali Kota dan Bupati di Bali

Berdasarkan data dihimpun Tribun Bali, Minggu 28 Februari 2021, saat ini Pemkab Gianyar menggunakan dua hotel untuk karantina warga Gianyar yang positif covid-19 tanpa gejala. Yakni hotel Maxon dan Suli.

Pemanfaatannya menggunakan APBD Gianyar, di mana untuk satu kamar, Pemkab mengeluarkan biaya Rp 200 per hari.

Dengan biaya tersebut sudah termasuk sarapan sebanyak tiga kali, pagi, siang dan malam. 

Bupati Gianyar, Made Mahayastra membenarkan hal tersebut.

Kata dia, nilai sewa kamar tersebut sudah sangat kecil.

Baca juga: Punya Strategi Rahasia, Bupati Mahayastra Sebut Secepatnya Gianyar Akan Bebas Covid-19

Baca juga: Penetapan Zona Kurang Selektif, Warga Bukian Payangan Gianyar Jadi Korban

Baca juga: OTT di Payangan Gianyar Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

Diapun meminta mencari tahu nilai sewa yang dilakukan daerah lain.

"Boleh dicari tahu ke kabupaten lain. Kita yang paling murah, cuma Rp 200 ribu per hari sudah termasuk makan tiga kali," ujarnya.

Bupati asal Payangan tersebut menilai, hal tersebut tak terlepas dari kebaikan  pihak hotel.

"Dengan nilai Rp 200 ribu, mungkin pihak hotel cuma mendapatkan untung sedikit, palingan cuma Rp 75 ribu. Untuk hotel, nilai segitu sangat sedikit. Tapi kembali, ini adalah bentuk kepedulian dan kerja sama pihak hotel dengan pemerintah," tandasnya. 

Lebih lanjut dikatakannya, dalam meminimalisasi penggunaan anggaran terkait hotel karantina, pihaknya tidak langsung menyewa kamar hotel tersebut sekaligus.

Baca juga: Meski Uji Coba Sukses, Air Minum Gianyar Masih Belum Bisa Dipasarkan

Baca juga: Desa Adat Saba Gianyar Tunda Pembangunan, Utamakan Kemanusiaan

"Tidak langsung semua kita sewa, tapi tergantung pemakaian. Kalau ada empat orang yang dikarantina, segitu saja kita sewa kamar. Intinya, kita pakai anggaran sesuai kebutuhan," tandasnya. 

Politikus PDIP ini menyebutkan, penerapan karantina di Kabupaten Gianyar terus dievaluasi.

Sebab iapun mengambil pelajaran dari daerah lain terkait kondisi pasien.

"Kemarin saya dengar kabar di daerah lain, bukan di Bali, pasien karantina sampai mau bunuh diri. Kita pelajari itu, kita cari solusi bagaimana supaya warga yang dikarantina ini nyaman, supaya cepat sembuh bukannya malah memburuk," ujarnya.

Diapun menilai, proses karantina yang nyaman dari Pemkab Gianyar ini, menyebabkan persentase kesembuhan pasien covid di 'gumi seni' ini mencapai 90 persen.

"Saya yakin, Gianyar akan segera keluar dari pandemi. Mohon dukung semua kebijakan saya, ini demi kebaikan kita bersama, dan perekonomian bisa segera pulih," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved