Breaking News:

Berita Nasional

Kabar Gembira, Pemerintah Tanggung PPN untuk Pembelian Rumah dengan Harga Maksimal Rp 2 Miliar

Pemerintah mengalokasikan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 5 triliun untuk insentif Pajak Pertambahan Nilai ( PPN) pembelian rumah

Tribunnews
Ilustrasi rumah KPR - Kabar Gembira, Pemerintah Tanggung PPN untuk Pembelian Rumah dengan Harga Maksimal Rp 2 Miliar 

TRIBUN-BALI.COM - Pemerintah Pusat mengalokasikan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 5 triliun untuk program insentif Pajak Pertambahan Nilai ( PPN) pembelian rumah atau properti.

 Dengan alokasi tersebut, artinya pemerintah menanggung seluruh biaya PPN pembelian properti masyarakat di Indonesia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan hal itu dalam konferensi pers virtual di jakarta, Senin 1 Maret 2021.

"Dukungan dunia usaha ditingkatkan untuk jump-start ekonomi dan menjaga keberlangsungan sektor strategis," kata Sri Mulyani.

Baca juga: SAH Tak Semua Mobil Dapat Insentif Pajak Gratis, Hanya 21 Mobil yang Bisa Nikmati PPnBM Nol Persen

 Sri menjelaskan, dukungan PPN yang Ditanggung Pemerintah (DTP) diberikan untuk menstimulasi konsumsi masyarakat di tengah pandemi Covid-19 terutama bagi kelas menengah.

"Dukungan ini juga diarahkan untuk menstimulasi permintaan masyarakat yang tertahan selama pandemi khususnya kelas menengah," ujarnya.

Adapun insentif relaksasi PPN Perumahan diberikan untuk rumah tapak dan rumah susun selama enam bulan untuk masa pajak Maret hingga Agustus 2021.

Insentif PPN DTP ini menggunakan dua mekanisme

Yakni 100 persen dari PPN yang terutang atas penyerahan rumah tapak dan rumah susun dengan harga jual paling tinggi Rp 2 miliar.

Kemudian 50 persen dari PPN yang terutang atas penyerahan rumah tapak atau rumah susundengan harga jual di atas Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar.

Halaman
12
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved