Kabar Duka
Sosok Artidjo Alkostar di Mata Muridnya, Unik, Sederhana dan Dijunjung Tinggi
Saat ditemui di rumah duka mendiang Artidjo di Perum Sidoarum Blok 2, Kapanewon Godean, Sleman, Agus mengenang Artidjo sebagai figur yang unik dan se
TRIBUN-BALI.COM, YOGYA - Agus Suharjana (50) adalah seorang pengacara di DI Yogyakarta yang pernah dididik langsung oleh almarhum Artidjo Alkostar, anggota Dewan Pengawas KPK yang tutup usia pada Minggu 28 Februari 2021.
Saat ditemui di rumah duka mendiang Artidjo di Perum Sidoarum Blok 2, Kapanewon Godean, Sleman, Agus mengenang Artidjo sebagai figur yang unik dan sederhana.
"Beliau memang unik dan sederhana memang saya memandangnya sebagai seorang guru, beliau mengajarkan tentang etika profesi yang sangat dijunjung tinggi," tandasnya saat ditemui Tribun Jogja, Minggu 28 Februari 2021.
Agus pertama kali berjumpa dengan Artidjo pada tahun 1997 saat turut serta di sekolah Konsultan Hukum dan Advokat Profesional Indonesia yang kala itu berada di Jalan Magelang, Sleman.
"Saya termasuk angkatan pertama. Kalau dulu program satu tahun untuk benar-benar dididik jadi advokat profesional," ucapnya.
Setelah menjalani pendidikan, Agus berkesempatan bekerja satu kantor dengan mendiang.
Yakni saat dirinya mengikuti program magang di kantor hukum Artidjo yang diberi nama Artidjo Alkostar and Associates.
Baca juga: Artidjo Alkostar Tidak Pernah Mengeluh Sakit, Dikenal Sebagai Sosok Pejuang Keluarga
"Sempat satu kantor magang di kantor beliau sampai 2001 beliau jadi hakim agung. Adiknya yang melanjutkan (memimpin Artidjo Alkostar and Associates) saya membantu," terangnya.
Setelah Artidjo diangkat menjadi hakim agung, Agus mengaku tak lagi menjalin komunikasi secara intens dengan almarhum.
Ini dilakukan untuk mencegah adanya konflik kepentingan.
Terlebih saat ini, Agus berprofesi sebagai pengacara.
"Walaupun saya dulu satu kantor, sejak bilau jadi hakim agung saya tidak pernah berinteraksi karena saya juga menjaga sikap pillihan beliau," tegasnya.
"Terakhir komunikasi waktu almarhum pensiun menjadi hakim agung, pernah diajak ketemuan oleh beliau. Sebelumnya tidak pernah bertemu," sambungnya.
Baca juga: BREAKING NEWS : Kabar Duka, Anggota Dewas KPK Artidjo Alkostar Meninggal, Ini Sosoknya Semasa Hidup
Kampus UII Yogyakarta Turut Berduka
Kampus UII Yogyakarta merupakan tempat mengabdi Artidjo Alkostar menyampaikan ilmu hukum kepada para mahasiswanya.
Tak pelak, UII Yogyakarta pun merasa kehilangan sosok mantan Hakim Agung yang dikenal tegas dan tak ada ampun kepada para koruptor tersebut.
Rektor UII Yogyakarta, Fathul Wahid pun menyatakan berduka cita atas berpulangnya sang pengajar senior di kampus Fakultas Hukum itu.
Menurut dia, Artidjo Alkostar yang akrab disapa Pak AR itu adalah seorang teladan yang sukar ditemukan gantinya.
“Keluarga besar UII berduka mendalam atas wafatnya Pak Ar. Pak Ar adalah sosok teladan dalam menjaga komitmen dan merawat integritas,” ungkap Fathul Wahid.
“Kami berdoa bersama semoga Pak Ar mendapatkan akhir terbaik, husnul khatimah dan menghadap Allah dalam kemuliaan. Kami di UII dan bangsa Indonesia Insya Allah menjadi saksi bahwa Pak Ar orang baik,” tambahnya.
Selama ini menurut Fathul Wahid, sosok Artidjo selalu mengajak semua orang di kampus untuk menjaga akal sehat yang oleh Artidjo disebut dengan sukma. Sukma inilah penimbang kebaikan dan keburukan yang jujur.
“Pak Ar adalah sosok yang serius dalam berpikir dan irit dalam bicara, dalam balutan kesederhanaan hidup,” tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/hakim-agung-ma-artidjo-alkostar-semasa-hidup.jpg)