Breaking News:

Berita Buleleng

Tersangka MD SN Belum Kembalikan Dana Hibah Pariwisata Buleleng Rp 50 Juta ke Penyidik

tersangka MD SN diduga menerima uang hasil mark-up sekitar Rp 109 juta. Dana itu diterima oleh MD SN dari salah satu PPTK yang kini juga telah ditetap

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kasi Intel Kejari Buleleng, AA Jayalantara 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Hingga saat ini tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Buleleng telah mengumpulkan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 527 juta lebih, dari kasus dugaan mark-up kegiatan Expolore Buleleng dan Bimtek CHSE.

Pihak penyidik memperkirakan masih ada dana lagi puluhan juta  yang hingga saat ini belum dikembalikan, 

salah satunya oleh tersangka berinisial MD SN. 

Humas sekaligus Kasi Intel Kejari Buleleng, AA Jayalantara dikonfirmasi Minggu (28 Februari 2021) mengatakan, dari hasil penyelidikan dan penyidikian, tersangka MD SN diduga menerima uang hasil mark-up sekitar Rp 109 juta.

Dana itu diterima oleh MD SN dari salah satu PPTK yang kini juga telah ditetapkan sebagai tersangka, secara bertahap.

Baca juga: Buntut Dugaan Mark-up Dana Hibah Pariwisata, Ombudsman Evaluasi Predikat Kepatuhan Pemkab Buleleng

Baca juga: Nyoman GG Ditahan Terkait Mark-up Hibah Pariwisata di Buleleng, Kuasa Hukum Sebut Kliennya Korban

Baca juga: UPDATE Kasus Mark-up Hibah Pariwisata di Buleleng: Usai Diperiksa 7 Jam, Nyoman GG Langsung Ditahan

"Jadi diawal MD SN menerima Rp 50 juta. Setelah itu dia menerima lagi kurang lebih sebesar Rp 59 juta," ungkapnya. 

Khusus untuk aliran dana yang kedua  sebesar Rp 59 juta, kata Jayalantara sudah dikembalikan oleh tersangka MD SN lewat salah satu tersangka berinisial IGA MA kepada penyidik, saat kasus mark-up mulai mencuat.

Sementara sisanya lagi Rp 50 juta hingga saat ini belum dikembalikan oleh MD SN ke penyidik, diduga karena sudah dugunakan untuk kepentingan pribadinya. 

Selain MD SN, pihak yang belum mengembalikan dana hasil mark-up itu ialah beberapa staf di Dispar Buleleng.

Hanya saja Jayalantara mengaku tidak hafal pasti jumlah dana yang belum dikembalikan itu.

Namun dari pengakuan tersangka, total dana yang diberikan kepada hampir seluruh staf mencapai Rp 60 juta. 

Seperti diketahui, hampir seluruh staf termasuk cleaning servis di Dispar Buleleng kecipratan dana hasil mark-up yang dilakukan oleh delapan tersangka.

Uang tersebut diberikan oleh para tersangka dengan kisaran Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu sebagai hadiah akhir tahun 2020.

Kendati demikian, pihak penyidik tidak akan memproses hukum para staf itu, karena kasus ini akan lebih difokuskan pada pelaku utama yang memiliki rencana melakukan tindak pidana tersebut. 

"Kami masih menunggu itikad baik pihak-pihak yang merasa sempat menerima aliran dana terkait kasus ini agar segera mengembalikannya ke penyidik. Jika dalam waktu dekat ini uang tersebut tak kunjung dikembalikan oleh staf di Dispar karena mungkin sudah terlanjur digunakan, penyidik akan memperhitungkan akan dibebankan ke tersangka yang mana, yang dirasa paling bertanggung jawab atas kasus ini," tutupnya.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved