Breaking News:

Berita Bali

Walhi Tolak Rencana Pemprov Bali Kelola Sampah Pakai Insinerator

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Bali menolak rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali yang bakal kelola sampah menggunakan insinerator

Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi TPA - Walhi Tolak Rencana Pemprov Bali Kelola Sampah Pakai Insinerator 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Bali menolak rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali yang bakal kelola sampah menggunakan insinerator.

Insinerator ini rencananya digunakan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Regional Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan (Sarbagita) di Suwung, Denpasar.

Manager Advokasi dan Kampanye Walhi Bali, Made Krisna ‘Bokis’ Dinata mengatakan, pengolahan sampah menggunakan insinerator dapat menghasilkan dioksin yang menyebabkan penyakit kanker.

Maka dari itu, pengelolaan sampah menggunakan insinerator sangat membahayakan kesehatan masyarakat.

Baca juga: Frontier dan Walhi Bali Mengajukan Protes Atas Rencana Pengembangan RSUD Klungkung

Baca juga: Walhi Bali Gelar Workshop Cetak Cukil, Belajar Menyuarakan Isu Lingkungan Lewat Karya Seni

Baca juga: Walhi Bali Tagih Salinan Ranperda RZWP3K ke Gubernur Koster

"Dampak tersebut juga dinyatakan dalam putusan Mahkamah Agung Nomor 27 P/HUM/2016 pada intinya menyatakan bahwa pembangunan pembangkit listrik berbasis sampah yang membatasi ruang lingkup pada teknologi thermal process meliputi gasifikasi, incinerator dan pyrolysis yang dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan manusia karena dapat menghasilkan dioksin," kata Bokis dalam keterangan tertulisnya yang diterima Tribun Bali, Minggu 28 Februari 2021.

Bokis menilai seharusnya dalam penanganan masalah sampah, Pemprov Bali menggunakan konsep zero waste, karena sudah ada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2011 tentang pengelolaan sampah.

Apalagi dalam Perda tersebut terdapat ketentuan yang mewajibkan produsen sampah plastik mengambil kembali sampah yang mereka hasilkan.

"Sehingga jika Pemprov Bali serius melakukan ketentuan Perda Pengelolaan sampah, Bali tidak perlu insinerator untuk melakukan pengolahan sampah. Apakah Pemprov Bali mau serius melakukan Perda pengelolaan sampah?”, tanya Bokis.

Bokis juga menegaskan, rencana pembangunan insenerator di TPA Regional Sarbagita Suwung Denpasar bertentangan dengan tata ruang Kota Denpasar maupun Provinsi Bali.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved