Breaking News:

Korban Terakhir Pesawat Sriwijaya SJ 182 Teridentifikasi, Tiga Orang Masih Misteri

Brigjen Pol Rusdianto mengatakan, operasi identifikasi ditutup setelah pihaknya rampung melakukan pemeriksaan terhadap seluruh sampel yang ditemukan.

Editor: DionDBPutra
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Prajurit TNI AL memindahkan perahu karet dari KRI Tenggiri-865 saat pencarian korban dan puing pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Selasa 12 Januari 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri resmi menutup proses identifikasi terhadap korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu 9 Januari 2021.

Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusdokkes) Polri, Brigjen Pol Rusdianto mengatakan, operasi identifikasi ditutup setelah pihaknya rampung melakukan pemeriksaan terhadap seluruh sampel yang ditemukan.

Baca juga: Update Sriwijaya Air SJ 182, KNKT Ungkap Kondisi Sebelum Jatuh

Baca juga: Kronologi Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ182, Dipanggil ATC Sampai 11 Kali Tapi Tak Ada Respons

"Pada hari ini Selasa 2 Maret 2021 pukul 13.50 WIB operasi SJ 182 secara resmi dinyatakan ditutup," kata Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusdokkes) Polri Brigjen Pol Rusdianto kepada wartawan di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur pada Selasa 2 Maret 2021.

Total ada 744 sampel yang diperiksa. Sampel itu terdiri dari 174 sampel antemortem dan 570 sampel posmortem.

"Kami lakukan rekonsiliasi selama operasi DVI SJ 182 sejak 9 Januari 2021 sampai saat ini telah dilaksanakan sidang rekonsiliasi sebanyak 15 kali dan berhasil mengidentifikasi jenazah sejumlah 59 jenazah terdiri dari 30 laki-laki dan 29 perempuan dengan presentase 95,2 persen," kata Rusdianto.

Dari pemeriksaan seluruh sampel itu, korban terakhir yang berhasil diidentifikasi oleh tim adalah Razana, seorang perempuan berusia 57 tahun.

Kepala Laboratorium DNA Pusdokkes Polri Kombes Ratna Relawati menjelaskan, jenazah Razana teridentifikasi dari pencocokan data DNA antemortem anaknya.

"Dengan data pembanding dari anak kandung beliau, atas nama Muhammad Rizki Pratama, alhamdulillah sudah teridentifikasi," ungkap Ratna.

Dengan teridentifikasinya Razana, maka jumlah korban yang teridentifikasi adalah 59 orang dari total penumpang sebanyak 62 orang. Semua korban teridentifikasi itu sudah diserahkan kepada keluarga.

Baca juga: Investigasi Sriwijaya Air SJ 182: Pesawat Tak Meledak di Udara, Berikut Komunikasi Pilot dan ATC

“Jumlah seluruh korban diidentifikasi sebanyak 59 korban, 30 laki-laki dan 29 perempuan. Metode yang digunakan 13 dengan sidik jari, 46 dengan DNA. Seluruh jenazah telah diserahkan ke keluarga korban untuk dimakamkan,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved