Breaking News:

Bisnis

Provinsi Bali Alami Deflasi Pada Februari 2021 

Trisno Nugroho mengungkapkan bahwa pada bulan Februari 2021 Provinsi Bali mengalami deflasi sebesar 0,15 persen (month to month). 

Penulis: Karsiani Putri
Editor: Noviana Windri
istimewa
Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Trisno Nugroho 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Trisno Nugroho mengungkapkan bahwa pada bulan Februari 2021 Provinsi Bali mengalami deflasi sebesar 0,15 persen (month to month). 

Deflasi ini terjadi di semua kelompok barang, yaitu volatile food, administered price, dan core. 

Menurutnya, secara spasial, Kota Denpasar mengalami deflasi sebesar 0,20 persen (month to month), sedangkan Kota Singaraja mengalami inflasi sebesar 0,22 persen (month to month). 

Sedangkan secara tahunan atau year on year (y o y), Bali mengalami inflasi sebesar 0,43 persen dimana lebih rendah dibanding inflasi nasional 1,38 persen.  

Dan kelompok volatile food mengalami deflasi sebesar 0,15 persen (month to month) dibandingkan bulan sebelumnya. 

Baca juga: Februari 2021, Denpasar Alami Deflasi Sedalam 0,20 Persen, Singaraja Inflasi Setinggi 0,22 Persen

Baca juga: Inflasi Tahun 2020 Terendah Selama 7 Tahun Terakhir, Ekonomi Indonesia Lesu Terdampak Covid-19

Trisno Nugroho mengatakan bahwa penurunan harga terlihat utamanya pada komoditas daging ayam ras, jeruk, tomat, bawang merah, dan mangga. 

"Penurunan harga komoditas ini merupakan normalisasi harga pasca permintaan yang tinggi di Januari 2021 serta telah dimulainya panen raya untuk komoditas hortikultura. Namun demikian, produk-produk holtikultura dan sayuran, seperti cabai rawit, cabai merah, sawi hijau, dan bayam justru menunjukkan inflasi yang tinggi sehingga patut diwaspadai dan diantisipasi oleh TPID," ucap Trisno Nugroho. 

Ia juga menjelaskan bahwa kelompok barang administered price mencatat deflasi sebesar 0,39 persen (month to month), terutama disebabkan oleh turunnya tarif angkatan udara dan tarif kendaraan roda dua online. 

Sementara, untuk tarif angkutan udara yang turun tersebut sejalan dengan pembatasan mobilisasi masyarakat (PPKM) dan juga normalisasi harga pasca libur panjang yang berlangsung hingga awal Januari 2021. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved