Breaking News:

Berita Jembrana

Begini Kronologi Penangkapan Polisi Gadungan di Jembrana Bali Yang Peras Korbannya Rp 10 Juta

penangkapan ini bermula dari permintaan uang oleh tersangka ke korban pada 17 Februari 2021 lalu sebesar Rp 10 juta.

(Tribun Bali/I Made Ardhiangga).
tersangka dan barang bukti yang ditunjukkan kepada awak media di Mako Polres Jembrana, Rabu 3 Maret 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - I Putu Adi Guna alias Pak Adi, 46 tahun, warga Baler Bale Agung Kecamatan Negara menyaru sebagai polisi anggota Polres Jembrana.

Setelahnya, tersangka melakukan pemerasan dengan modus pencabutan berkas laporan di Korps Bhayangkara Jalan Pahlawan Kabupaten Jembrana (Markas Komando Polres Jembrana).

Tak berselang lama, aksi itu terendus korban, yakni Moch Arifin, 37 tahun, asal Banyuwangi Jawa Timur dan istri korban yakni Rizki Maharani 39 tahun asal Pasuruan Jawa Timur.

Kasatreskrim Polres Jembrana, AKP Yogie Pramagita menyebut, penangkapan ini bermula dari permintaan uang oleh tersangka ke korban pada 17 Februari 2021 lalu sebesar Rp 10 juta.

Kemudian korban memberikan sekitar Rp 3 juta.

Baca juga: Berdalih Cabut Berkas Perkara, Polisi Gadungan di Jembrana Bali Diringkus

Baca juga: Polisi Gadungan Beraksi di Jalan, Orang yang Dia Tilang Ternyata Polisi Asli

Baca juga: Remaja 17 Tahun Gagal Selamatkan Sang Kekasih Saat Digilir 2 Polisi Gadungan, Fakta Ini Terungkap

Tak berselang lama, pada 27 Februari 2021, tersangka kembali meminta uang itu kepada korban, karena kekurangan untuk pencabutan berkas.

Sehingga pada tanggal tersebut, korban yang berasal dari Banyuwangi pergi ke Jembrana, dan bertemu dengan korban di Hotel Segara Mandala dan memberikan Rp 2,5 juta kepada korban.

“Dua kali korban memberikan uang yang totalnya sekitar Rp 5,5 juta,” ucapnya Rabu 3 Maret 2021.

Dijelaskannya, untuk penyerahan uang itu sendiri dilakukan di salah satu hotel di Jembrana pada 27 Februari pukul 12.00 Wita.

Kemudian, korban atau istri dari Moch Arifin ini curiga dengan gelagat tersangka.

Tak berselang lama setelah memberi uang, maka istri korban ini menuju ke Mako Polres Jembrana dan mengkroscek keanggotaan dari tersangka.

Alhasil, ternyata tersangka tidak tercatat sebagai anggota Polisi.

Akhirnya kasus ini pun ditangani Satreskrim Polres Jembrana atas laporan korban.

“Akhirnya kami lakukan penangkapan pada hari itu juga,” bebernya.

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved